/
Kamis, 15 September 2022 | 11:59 WIB
Ilustrasi hacker bjorka. (Suara.com/Rochmat)

SuaraSumedang.id - Sosok hacker Bjorka dikabarkan ditangkap Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Polri.

Diduga Bjorka pemuda berinisial MAH (21) di Madiun, Jawa Timur diamankan pada Rabu (13/9/2022) pukul 18.39 WIB.

Berdasarkan informasi, setelah diringkus yang bersangkutan diboyong ke Polsek Dagangan untuk diperiksa secara intensif.

Sementara itu, Kabagpenum Divisi Humas Mabes Polri Kombes Pol. Nurul Azizah mengklaim belum menerima informasi soal penangkapan itu.

"Belum terinformasi," kata Nurul kepada wartawan, Kamis (15/9/2022).

Hacker Bjorka mulai ramai di tengah publik setelah dirinya memposting sebuah kumpulan data berupa pendaftaran kartu SIM Card telepon Indonesia.

Ia mengunggah data itu melalui situs Breach Forums pada 6 September 2022, dan menjualnya dengan harga dalam jumlah fantastis.

Bersamaan dengan itu, Bjorka pun kembali beraksi dengan membobol data penduduk yang teregistrasi di Komisi Pemilihan Umum atau KPU.

Tak tanggung bahkan, sosok hacker ini menggaet sejumlah data 150 juta penduduk. Data itu mencakup NIK, KK, nama lengkap, tempat dan tanggal lahir, jenis kelamin, usia, alamat, hingga status disabilitas.

Baca Juga: Ternyata Anak Ferdy Sambo Dikawal Ajudan Berpangkat Bripka

Bjorka membanderol data itu seharga 5.000 dolar AS atau sekitar Rp74,6 juta. Tak hanya itu, Bjorka semakin menarik perhatian publik.

Ia membocorkan data kepresidenan. Sosok peretas itu mengunggah dokumen yang diduga milik kepresidenan ke situs Breach Forums beberapa waktu lalu.

Pemerintah Bentuk Timsus

Pemerintah akhirnya membentuk tim khusus menyusul adanya serangan siber yang dilancarkan hacker Bjorka. Meski serangan itu dinilai tidak berbahaya.

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menyatakan, tim khusus besutan presiden demi melindungi data rahasia milik negara.

"Ya, untuk melindungi data yang sifatnya rahasia negara. Mumpung sekarang belum ada yang bisa dibobol," kata Mahfud MD saat dihubungi, Rabu (14/9).

Load More