/
Sabtu, 15 Oktober 2022 | 11:33 WIB
Presiden Jokowi. (Foto: Muchlis Jr - Biro Pers Sekretariat Presiden)

SuaraSumedang.id - Presiden Joko Widodo (Jokowi) sangat menyayangkan dampak dari kasus Ferdy Sambo menurunkan tingkat kepercayaan terhadap Polri.

Jokowi menyebut, tingkat kepercayaan publik kepada Polri baru-baru ini mengalami penurunan setelah kasus Ferdy Sambo mencuat.

"Begitu ada peristiwa FS (Ferdy Sambo), runyam semuanya, dan jatuh ke angka paling rendah," kata Jokowi dalam kanal YouTube Sekretariat Presiden, Sabtu (15/10/2022).

Menurut Jokowi, padahal tingkat kepercayaan terhadap Polri sempat lebih tinggi dibanding lembaga penegak hukum lainnya.

Terutama di masa-masa awal pandemi Covid-19, yang membuat tingkat kepercayaan terhadap Polri meningkat.

"Polri telah 440 juta dosis vaksin yang sudah disuntikkan kepada masyarakat. Dan indeks kepercayaan masyarakat juga menempatkan Polri di puncak teratas pada saat itu," kata Jokowi.

Menurut Jokowi, rasa kepercayaan publik terhadap Polri harus segera dikembalikkan. Dia meminta seluruh personil Polri bekerja keras untuk hal ini.

"Ini yang harus dikembalikkan lagi dengan kerja keras saudara-saudara sekalian," katanya.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyebut kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri belakangan ini mengalami penurunan.

Baca Juga: Anies Baswedan Kemasi Barang-Barang dari Balai Kota Jakarta, Kursi Kepemimpinan DKI Berganti

Hal tersebut disampaikan Jenderal Listyo di hadapan Presiden Jokowi, dan sejumlah pejabat tinggi (Pati) Polri di Istana Negara, Jumat (14/10/2022).

Satu di antara yang menjadi biang merosotnya tingkat kepercayaan publik ke polisi, menurut Listyo adalah kasus Ferdy Sambo.

"Namun karena ada peristiwa FS, dan juga beberapa kasus yang kemudian berdampak pada persepsi negatif, maka saat ini tingkat kepercayaan publik kepada Polri rendah," kata dia.

Sumber:Suara.com

Load More