/
Sabtu, 05 November 2022 | 14:29 WIB
Anggota DPR RI Dedi Mulyadi bersama putra sulungnya Maula Akbar. (YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel.)

SuaraSumedang.id - Terungkap bahwa Ahmad Habibi Bungsu Maula Akbar bukan anak hasil pernikahan Dedi Mulyadi, dan Anne Ratna Mustika.

Sebab, saat Kang Dedi Mulyadi mengunggah momen peluk erat putra sulungnya itu di media sosial, seolah ada clue.

Bahkan, Dedi Mulyadi seolah merasa bersalah telah memendam sesuatu dari Maula Akbar selama 23 tahun.

"Maafkan ayah a. Selama 23 tahun kisah hidup a ula, aya pendam," tulis Kang Dedi, dikutip dari akun Instagram @dedimulyadi71, Jumat (4/11/2022).

Kendati begitu, Dedi Mulyadi tidak secara gamblang menyebut kisah hidup putra sulungnya tersebut dan apa yang telah dipendamnya cukup lama itu.

Namun, di samping itu Dedi Mulyadi berpesan kepada Maul Akbar agar tetap menyayangi Ambu Anne--sapaan akrab Anne Ratna Mustika, dan tetap menyayangi adik-adiknya.

"Tetaplah sederhana, sayangi embu, de tira, dan nyi hyang sukma ayu sepenuh hati. Berbagilah pada sesama agar hidup lebih bermakna," tambahnya.

Sebagai informasi, Dedi Mulyadi menikah dengan Anne Ratna Mustika pada tanggal 19 tahun 2003.

Oleh karena itu, dari pernikahan mereka kelahiran Maula Akbar lebih cepat yakni selisih 4 tahun. Maka tak heran publik banyak bertanya-tanya mengenai asal usul Maula Akbar ini.

Baca Juga: Tak Hanya Banyak yang Pingsan, Wanita Ini Juga Bikin Kesal Penggemar NCT 127 Saat Konser Hari Pertama

Asal usul Maula Akbar

Dilihat dari kanal YouTube Dedi Mulyadi, Sabtu (5/11/2022) dirinya tampak sedang menikmati mie instan sambil berbincang dengan Ahmad Habibi Bungsu Maula Akbar.

Bahkan, Dedi Mulyadi mengungkap kisah masa lalu putra sulungnya semasa kecil hingga lulus sekolah menengah atas (SMA).

Selain itu, Dedi Mulyadi tak henti-hentinya memuji anak kesayangannya tersebut, yang dikatakannya sudah hidup mandiri sejak sekolah menengah pertama (SMP).

Singkat cerita, Dedi Mulyadi pun akhirnya jujur kepada sang putra mengenai kehidupan masa lalunya.

"Ada sesuatu yang ingin ayah sampaikan, Aa itu lahir tanggal 4 November 1999 pada saat saya menjadi anggota DPRD Kabupaten Purwakarta, ketua komisi waktu itu," kata Kang Dedi.

Pada tahun 1999 itu, Dedi Mulyadi mengaku tidak di kontrakan di sebuah perumahan Perum Sadang Sari, dan waktu itu Aa masih dalam kandung seorang ibu.

"Karena saya hidupnya mandiri, masih dalam keadaan di kantor, Aa (Maula Akbar) pun masih dalam kandungan seorang ibu, yang ibunya itu dengan saya (hidup) bersama sejak saya kuliah di STH dan menjadi aktivis, Ketua Cabang HMI Purwakarta," kata dia.

Kemudian Dedi Mulyadi mengatakan, dalam perjalanan proses kehamilan ibunya Aa ini mengalami sakit.

"Waktu itu ketika saya selesai dilantik menjadi anggota DPRD Kabupaten Purwakarta, dilantik itu bulan Agustus, Aa dilahirkan 4 November 1999, berarti jaraknya empat bulan," kata dia.

Dedi Mulyadi mengatakan, dilahirkannya di Rumah Sakit Bungsu, makanya ada kalimat bungsu.

"Setelah saya mengantarkan ke rumah sakit, saya pulang dulu sebentar dan ternyata sudah terlahir dengan baik Aa itu, yang seharusnya dilahirkan secara caesar," kata Kang Dedi.

Bukan tanpa alasan kang Dedi menyebutkan, bahwa Maula Akbar seharusnya dilahirkan secara caesar.

"Karena di rahimnya itu ada kanker, (Aa terlahir) dengan bobot hampir 4 kilogram beratnya," ungkap Dedi Mulyadi sambil tak kuasa menahan tangis.

Lalu Dedi Mulyadi mengaku, dari lahir sampai Aa di usia sekarang dirinya tidak pernah menceritakan peristiwa tersebut.

"Tapi baik Aa itu tidak pernah bertanya kepada saya, siapa ibunya? dan saya selalu menyimpan untuk tidak menyampaikan agar Aa tumbuh dengan baik, dan merasa biasa, merasa lengkap," kata Kang Dedi.

Dedi Mulyadi mengatakan, jika putra sulungnya memang sudah tahu banyak dan ia baru menceritakan kepada publik sekarang ini.

"Bahwa ibu Aa itu bernama Sri Widowati. Dia meninggal setelah 3 bulan kelahiran Aa. Dan ayah minta maaf pada Aa," kata kang Dedi.(*)

Sumber: YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel

Load More