SuaraSumedang.id – Kabar terbaru kini datang dari Dedi Mulyadi yang disebut--sebut cukup geram.
Bukan soal proses hukum gugatan cerainya oleh Anne Ratna Mustika, Dedi Mulyadi mengaku tanahnya diserobot oleh seseorang.
Dedi Mulyadi pun disebut-sebut meminta ganti rugi atas hak tanahnya yang dipakai begitu saja sebesar Rp3 miliar untuk satu hektare tanahnya.
Dikutip dari denpasar.suara.com, Sabtu (12/11/2022), dengan jumlah segitu tentu cukup untuk menikah kembali.
Sekadar informasi, tanah Dedi Mulyadi kabarnya digunakan oleh sebuah perusahaan pertanian.
Perusahaan pertanian pun bingung ketika diminta uang sebesar itu oleh Kang Dedi.
Hal itu terjadi saat ada kegiatan Demplot Ketahanan Pangan Bios 44 di Desa Benteng, Kecamatan Campaka, Purwakarta, yang diunggah dalam Youtube Kang Dedi Mulyadi Channel, Jumat (11/11/2022). Kegiatan ini merupakan Kerjasama antara perusahaan pertanian bernama PT Abang Ijo Raharja dengan Kodim 0619/ Purwakarta.
Saat datang ke lokasi, mantan Bupati Purwakarta tersebut langsung mencari keberadaan penyelenggara.
Di sana, Dedi Mulyadi bertanya soal tanah milik siapa yang dipakai. Lantas penyelenggara pun memberikan bahwa tanah tersebut milik seseorang.
Baca Juga: Prediksi Susunan Pemain Persib vs FC Bekasi City, Siaran Langsung Indosiar
“Ini batasannya ngambil tanah saya sebagian. Bukan haknya kok diambil,” kata Dedi Mulyadi.
“Kalau garap tanah tuh lihat dulu dong batasannya. Jangan tanah punya orang diambil,” kata Dedi Mulyadi menambahkan.
Di lain sisi, di tengah adanya konflik tersebut, aparat pemerintahan desa setempat di mana tanah tersebut berada, yakni Desa Banteng, kepala desa pun turut datang ke lokasi.
Lebih lanjut, Dedi mengungkapkan kepada Tuti Herlina selaku kepala desa, proyek tersebut telah mengambil tanahnya sebagian.
“Ini tanah saya sebagian keambil satu hektare. Lumayan dijual pakai kawin cukup tahu gak?” pungkasnya. (*)
Sumber: denpasar.suara.com
Berita Terkait
-
Warganet Harap Kisah Lesti Kejora dan Rizky Billar Terjadi pada Anne Ratna Mustika dan Dedi Mulyadi: Pulang Umroh Damai
-
Momen Haru Anne Ratna Mustika Pamit Tinggalkan Purwakarta, Dedi Mulyadi Hilang dari Sorotan
-
Anne Ratna Pergi Umroh, Warga Net Harap Kang Dedi Mulyadi Kisah Cintanya Seperti Lesti dan Billar
-
Kuasa Hukum Sebut Kang Dedi Mulyadi Tetap Ingin Pertahankan Rumah Tangga, Anne Ratna Ungkap Hal Ini
-
Tutup Jalan Damai bagi Dedi Mulyadi, Anne Ratna Mustika Sebut Tak Ada Itikad Baik
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
- 3 HP Murah dengan Kamera Underwater Rp2 Jutaan, Cocok Buat Foto dan Video dalam Air
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
Didukung Bebi Romeo dan Once Mekel, Janner Clay Siahaan Rilis 6 Karya Sekaligus
-
DBL Indonesia Buka Musim Baru dengan Gebrakan Besar, 31 Kota Jadi Rumah bagi Para Pengejar Mimpi
-
Hasto Kritik TNI-Polri Ikut Awasi Pajak: Penyalahgunaan Kekuasaan
-
3 Lipstik Inez yang Halal dan Tahan Lama, Warnanya Intens dan Tak Bikin Bibir Kusam
-
Fenomena Gaji Numpang Lewat: Gaya Hidup dan Tekanan Sosial yang Bikin Boros
-
Spesifikasi Kapal Induk Tua Italia ITS Giuseppe Garibaldi: Dipensiunkan Sejak 1971
-
Densus 88 Tangkap Teroris di Ciamis dan Lampung, Bongkar Propaganda Medsos
-
Marko Simic Ternyata Punya Peran Besar di Balik Kedatangan 2 Pemain Asing Persija
-
Satgas Percepat Rehab-Rekon Pascabencana Sumatera, Anggaran Rp100,1 Triliun Disiapkan hingga 2028
-
Prabowo dan Obsesi MBG: Mengapa Kemajuan Negara Diukur dari Perut Rakyat?