Dedi Mulyadi menyadari bahwa tahun selanjutnya kepemimpinan akan dilanjutkan oleh pejabat sementara yang secara otomatis anggaran tidak akan digunakan optimal karena keterbatasan wewenang.
Sehingga, saat itu ia terus menggenjot pembangunan di Purwakarta agar tidak ada lagi sisa utang pembangunan.
Meski sudah dijelaskan secara rinci oleh Sekda Purwakarta terkait utang mantan bupati yang viral.
Dedi Mulyadi siap bertanggung jawab secara finansial jika memang diperlukan untuk melunasi.
Soal utang dan Pencitraan
Sebelumnya, Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika menyebut bupati terdahulu yakni Dedi Mulyadi mewariskan utang miliaran rupiah ke desa, serta dianggap terlalu banyak pencitraan.
Hal itu, disampaikan Anne Ratna Mustika saat acara Gempungan di Buruan Urang Lembur di Desa Panyindangan, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Purwakarta, pada Selasa (22/11/2022).
Pada kesempatan itu, Anne Ratna Mustika menyampaikan dengan Bahasa Sunda ke perangkat desa serta warga setempat, bahwa Bupati Purwakarta sebelumnya memiliki utang dana bagi hasil (DBH) dan ulang penghasilan tetap (Siltap).
"Saya selama menjadi bupati, bersama wakil bupati (Aming), tidak pernah berutang. Tidak pernah berutang DBH atau Siltap. Bupati sebelumnya, meninggalkan utang DBH dua tahun, ingin dibayarkan oleh bupati yang sekarang (Anne). Emang nggak punya malu?," kata Anne Ratna Mustika.
Baca Juga: Awas! Puncak Rob Pesisir Utara Jateng Diprediksi hingga 4 Desember 2022
Dirinya menyebut, bahwa di masa pemerintahannya, utang DBH tersebut yang ditinggalkan oleh bupati sebelumnya, telah dibayarkan sebanyak Rp28 miliar.
"Harusnya tiga tahun, tapi ya setahun sudah dibayarkan. Soalnya masih akur saat itu. Saya bayarin Rp28 miliar soalnya takut ditagih sama desa," katanya.(*)
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim