SuaraSumedang.id - Alasan Persib Bandung pinjamkan Bayu Mohamad Fiqri ke PSIS Semarang untuk memberikan kesempatan waktu bermain dan meningkatkan performanya.
Bahkan ketiga belah pihak, yakni Persib, PSIS, dan Bayu Fiqri sepakat tentang proses peminjaman dari awal putaran kedua hingga berakhirnya Liga 1 2022-2023.
Namun, ada syarat yang harus dipenuhi PSIS Semarang serta Bayu Fiqri, yakni tidak akan dapat dimainkan saat melawan Persib di putaran kedua nanti.
"Bayu Fiqri adalah pemain muda potensial. Karena itu, kita ingin permainan dia lebih berkembang dengan meminjamkannya ke PSIS. Sebab, kesempatan bermainnya di Persib masih minim," kata Direktur PT Persib Bandung Bermartabat, Teddy Tjahjono.
Mantan pemain timnas U-19 Indonesia itu bergabung dengan Persib pada Oktober 2020 lalu.
Namun, Bayu baru bisa menjalani debutnya bersama Persib pada Liga 1 2021-2022, karena saat bergabung kompetisi dihentikan akibat pandemi Covid-19.
Bek kanan kelahiran 10 Agustus 2001 ini menjalani pertandingan debutnya bersama Persib saat menghadapi Barito Putera di Stadion Indomilk Arena, Tangerang 4 September 2021.
Sepanjang musim tersebut, Bayu tercatat sudah tampil dalam 13 pertandingan Persib.
Pada musim ini, Bayu baru merasakan tiga penampilan bersama Persib ketika menghadapi Madura United, PSM Makassar, dan RANS Nusantara.(*)
Baca Juga: Berkaca Pada Survei Magna Charta Politika, Mungkinkah PDIP Meminang Anies Baswedan Sebagai Capres?
Sumber:Persib.co.id
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan