SuaraSumedang.id - Suriah dan Turki sama-sama menjadi subjek berita yang menyedihkan.
Pada Senin dini hari waktu setempat, gempa bermagnitudo 7,8 mengguncang kota Gaziantep, Turki selatan, yang berbatasan langsung dengan Suriah.
Mayoritas penduduk kota tengah tertidur lelap ketika gempa bumi dahsyat melanda, mengejutkan mereka dan bahkan merenggut sekitar 4000 nyawa.
Bersamaan dengan rumah penduduk, banyak apartemen, gedung perkantoran, dan bangunan tinggi lainnya juga runtuh pada saat yang sama, memutus akses ke kota yang berjarak sekitar 1.100 mil dari ibukota Turki.
Sejumlah warga negara Indonesia juga turut mengalami musibah. Salman Al-Farisi Dzaky adalah salah satunya, dia menjelaskan saat-saat menakutkan setelah gempa, serta keadaan pascabencana yang membuat takut penduduk.
Menurut informasi terbaru setelah gempa pada 7 Februari 2023, setidaknya 4.000 orang telah dipastikan meninggal dunia dan 15.000 lainnya menderita luka-luka.
Salman juga berbicara tentang bagaimana bencana mengerikan itu masih membuatnya ingat betapa paniknya saat itu. Salman berusaha menyelamatkan dirinya sendiri bersamaan dengan banyak orang lainnya.
“Jadi kemarin itu hari senin jam 3 lebih, mungkin jam setengah 4, itu mulai ada guncangan sedikit tapi seiring berjalannya waktu, 2 detik 3 detik kemudian tiba-tiba membesar. 30 menit kemudian itu ada gempa susulan lagi, hampir sama kencangnya cuman gak selama yang pertama kali gempa, dan sesudahnya itu jam 12 siang ada lagi susulan yang cukup besar, 5,5 skala richter. Sesudahnya ada gempa-gempa kecil tapi berurutan, jadi kaya seringkali terjadi. Waktu terjadinya gempa, aku sebenarnya langsung gak mikir apa-apa, langsung keluar dari gedung,” jelas Salman Al-Farisi Dzaky, salah satu WNI di Turki.
Kesedihan itu begitu besar, dimana mereka mendengar lebih dari sekadar dentuman bangunan yang runtuh akibat gempa. Namun, teriakan dan permohonan pertolongan masyarakat juga terdengar menyayat hati karena betapa memilukan tangisan anak-anak yang terhimpit di dalam bangunan memohon untuk diselamatkan.
Baca Juga: Dituduh Mandul, Terkuak Ini Alasan Gitasav Pilih Childfree
Selain itu, viral di media sosial video yang memperlihatkan seorang bocah yang terjebak di bawah reruntuhan bangunan dan meminta bantuan sambil mengucapkan syahadat dengan pasrah.(*)
Sumber: Intens Investigasi
Kontributor: Finka Ishviani Larytha
Berita Terkait
Terpopuler
- Jaksa Skakmat Nadiem: Mau Putus Konflik Kepentingan, Kok Saham Gojek Tak Dijual?
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
Pilihan
-
Prediksi Meksiko vs Afrika Selatan: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Rekor Gila ARMY Indonesia! Belum Genap Sejam, Ratusan Ribu Tiket Konser OT7 BTS Ludes Tanpa Sisa
-
PTBA Kembangkan 500 Itik Petelur di Muara Enim, Hasilkan 200 Telur Omega per Hari
-
Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Impor, Padahal Cuma Basa-basi Titip Barang ke PT Blueray
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
Terkini
-
Hasil Meksiko vs Afsel: Julian Quinones Pencetak Gol Pertama Piala Dunia 2026
-
Demo Anti Piala Dunia Memanas, Pendemo Berbaju Hitam-hitam Serang Suporter
-
Australia Susah Payah Kalahkan Timnas Indonesia U-19, Erick Thohir Singgung Soal Kualitas
-
KWP Bareng BNI Salurkan 2000 Paket Alat Sekolah di Tiga Daerah
-
Kamu Harus Tahu! 7 Aturan Baru Piala Dunia 2026: VAR Kini Lebih Berkuasa
-
Siapa Wasit Laga Pembuka Piala Dunia 2026? Sosok Kontroversial dari Brasil
-
Herman Khaeron Apresiasi KWP Berbagi, Dorong Peningkatan Kegiatan Sosial di DPR RI
-
Detik-detik Pembukaan Piala Dunia 2026: 80.000 Suporter Padati Stadion Azteca
-
Pelanggaran Fatal Terungkap! 6 Fakta di Balik Penangguhan 41 Dapur Makan Bergizi Gratis di Tangsel
-
Siapa 'Pimpinan Berjenjang' BPK yang Disebut Titin Rita dalam Kasus Edison Muara Enim?