/
Kamis, 09 Februari 2023 | 11:38 WIB
Poster Film Dear David (Netflix)

SuaraSumedang.id - Dear David disebut sebagai film yang menyinggung tema universal, dirangkum dalam kemasan film remaja, yakni perihal self-love atau cinta diri, dan self-compassion atau welas diri.

Sutradara film Dear David, Lucky Kuswandi mengatakan, bahwa film garapannya itu membicarakan soal hal yang universal bukan cuma untuk remaja.

Film orisinal Netflix ini diproduksi bersama Palari Films, akan tayang mulai Kamis, (9/2/2023).

"Menurut saya, ini film yang membicarakan soal hal-hal yang sangat universal, bukan cuma untuk remaja walaupun bungkusannya dalam film remaja, yakni self-love dan self-compassion," kata Lucky.

Dear David mengikuti kisah Laras (diperankan Shenina Cinnamon), seorang pelajar sekolah menengah yang cemerlang.

Laras memiliki blog rahasia berisi berbagai fantasinya tentang David (Emir Mahira), bintang sepak bola sekolah yang dia sukai.

Saat blog itu terbongkar, reputasi, dan masa depan Laras pun dipertaruhkan.

Lucky menilai, masyarakat kerap dituntut untuk menjadi 'lebih' dalam menjalani hidup di masa sekarang.

Bahkan pada kasus remaja, mereka kerap membanding-bandingkan diri dengan orang lain dengan adanya media sosial.

Baca Juga: Kapan Witan Sulaeman Debut untuk Persija Jakarta? Lawan Arema atau Bhayangkara FC?

Tekanan-tekanan dalam masyarakat itu juga, yang dialami oleh tiga karakter utama dalam film Dear David.

"Sementara the idea of being compassionate ke diri kita itu, sesuatu yang kayaknya udah agak jarah, ya dan sulit untuk dilakukan," kata Lucky.

"Jadi, esensi soal mencintai siapa kita, dan dengan semua kompleksitas kita itu, buat saya penting banget buat dibahas," tambahnya.

Dia berharap penonton dapat menyimak Dear David dengan pikirkan terbuka, dan tidak mudah menghakimi para karakter yang memiliki kompleksitas dan rahasia dari mereka.

Selain itu, Lucky juga berharap penonton bisa berempati, dan memahami para karakter, sesuatu yang membuat mereka manusiawi.

Bagi Palari Films, Dear David menandai film remaja ketiga yang diproduksi setelah orisinal Netflix "Ali & Ratu Ratu Queens" (2021), yang juga disutradarai oleh Lucky, serta Posesif (2017) yang disutradarai Edwin.

Load More