SuaraSumedang.Id - Bikin tak sabar fans, demikianlah Preman Pensiun season 8, untuk melanjutkan season sebelumnya.
Ihwal mengapa fans tak sabar, karena setelah @premanpensiun,mncp dan @mnc_pictures mempublish trailer cukup panjang dari Preman Pensiun 8 beberapa jam, alurnya masih tetap menarik.
Postingan itu pun menjawab rasa penasaran fans selama ini tentang alur Preman Pensiun 8 yang rencananya akan tayang mulai Kamis 23 Maret 2023 pada jam makan sahur, pukul 03.45 WIB di RCTI.
Terlihat dari trailer yang beredar, Bang Edi masih "keukeuh" menjadi penguasa jalanan, terminal dan pasar dengan melibatkan Roy, pacar Safira, anak Kang Mus (yang di season ini tidak main dan hanya terdengar suaranya).
Beberapa preman bayaran Bang Edi terlihat mengganggu mereka yang bekerja di jalanan dan pasar, termasuk Ajun.
Terlihat juga Murad yang tampak kaget setelah melihat Ajun terhuyung-huyung kesakitan karena habis dihantam dari belakang oleh preman bayaran Bang Edi.
Roy dalam Preman Pensiun 8 kemungkinan masih berpacaran dengan Safira. Keduanya kemungkinan dibuat sebagai bumbu cerita agar publik tidak bosan dengan adegan pasar, jalanan dan terminal terus.
Namun walaupun jadi bumbu, dipastikan percintaan Roy dan Safira ada kaitannya dengan ending Preman Pensiun 8 nanti...
Melihat trailer tersebut fans tentu saja tak sabar berharap segera menonton. Berikut ini beberpaa ungkapan fans tersebut.
Baca Juga: Sebelum Suntik Mati, Mantri SH Ancam Bunuh Kades Curuggoong 6 Bulan Lalu
"Sebenarnya gak puasa, tapi demi PP8, mau gak mau harus bangun sahur juga," tulis @anthonii.setiawan.
"Satu satunya scene yg gw tunggu roy kena salam olahraga lgsg dari kang mus," tulis @kuniyah.abuhamzah.
"Gakk sabarr lagiii," tulis @bintang_grldii.
"Mau sampe preman pensiun yg ke 100pun tetap gak akan pernah terlewatkan film ini, tontonan yg menarik, daripada film putus cinta kawin cerai," tulis @alif_khenzo.
"Asyikk.... Moga flashbacknya juga iklannya bisa dikurangi... Aamiinn," tulis @rizaaulia2108.
"Ayo Kita trendingkan lagi preman pensiun 8 biar bisa kalah rating ikatan cinta yang cerita nya udah busuk dan tidak karuan," tulis @itsyoga308real. *
Tag
Berita Terkait
-
Bikin Iri Fans, Momen Anaknya Ayu Ting Ting Dapat Kesempatan Spesial dari Member BLACKPINK
-
Dimansyah Indonesia Idol Tak Bisa Lanjut ke Babak Berikutnya, Tereliminasi di Top 9 Idol Season XII, Fans Bilang Begini...
-
LAPAAN RI Jateng Desak Inspektorat Kota Solo Segera Sampaikan Hasil Audit Pasar Ikan Balekambang ke Publik
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Terungkap, Trik Warga Israel Bisa Lolos Masuk Bali Meski Tak Ada Hubungan Diplomatik
-
Insanul Fahmi Terpuruk dan Jualan Sayur, Wardatina Mawa: Tapi Semua Sudah Terlambat
-
Bus Koridor 13 Mogok di Ciledug, Penumpang Turun Jalan Kaki
-
Tiga Pria NTT Ditangkap Usai Bakar Burung Hantu Hidup-hidup, Alasannya Bikin Elus Dada
-
Bukan Tambang, Ini Sektor yang Diam-Diam Dorong Ekonomi Sumsel 5,20 Persen
-
Indonesia Punya Potensi Besar Kembangkan Kripto Syariah
-
5 Rekomendasi Bedak Ringan untuk Remaja Sekolah yang Hasilnya Natural dan Tidak Dempul sesuai Review
-
Rekam Jejak Jebolan Liga India yang Jadi Pelatih Anyar Bhayangkara FC Gantikan Paul Munster
-
Kata BMKG, Penurunan Kualitas Udara Pekanbaru Bukan karena Karhutla
-
KMP Putri Yasmin Terbakar, 212 Orang Dievakuasi, SAR Masih Cari Korban