SuaraSumedang.id - Take time off. If burnout seems inevitable, try to take a complete break from work and then heal yourself.
Memasuki usia 20-an pastinya beberapa dari kalian udah mulai merasakan yang namanya Burn Out atau kelelahan secara emosional yang terjadi karena stres akibat kerja secara berlebihan maupun depresi karena terlibat adanya kekacauan dalam masalah pribadi.
Tau nggak sih? Penyebab burn out bisa beragam lho!
Mulai dari beban kerja yang terlalu berat, aktivitas yang ekstrem, kurangnya dukungan sosial, hingga ketidakseimbangan antara kehidupan pribadi dengan pekerjaan.
Kondisi seperti ini tentu memiliki dampak yang sangat buruk bagi kesehatan tubuh dan mental kita, seperti menyebabkan seseorang jadi sering emosi, menurunnya kondisi fisik, rasa sedih secara tiba-tiba, menjadi kurang fokus, produktivitas menurun, dan membuat tubuh kita jadi rentan terhadap penyakit. Jika terus diabaikan, hal ini dapat membahayakan pola hidup kamu.
Jadi, ketika kalian udah mulai ngerasain stress berlebihan karena merasa capek akan tugas-tugas dan pekerjaan kamu, cepat atasi supaya hal-hal berbahaya di atas tidak terjadi.
Kamu bisa melakukan kegiatan positif ini untuk mencegah dan menghadapi stress dan depresi setelah bekerja.
Dont need to worry ya, ikuti beberapa tips berikut ini agar kalian terhindar dari rasa stress akibat terlalu larut dalam bekerja.
Kelilingi Diri Kamu dengan Energi Positif
Menerima energi positif dari lingkungan sekitar kamu dan tanamkan dalam diri bahwa segala sesuatu yang sedang kamu hadapi sekarang ini menjadi rasa syukur dan nikmat dari Tuhan karena kamu salah satu manusia terkuat dan sabar pilihan Tuhan dalam menghadapinya.
Baca Juga: Hasil BRI Liga 1: Arema FC Tak Berdaya, Dihabisi 10 Pemain Bali United di Stadion PTIK
Selain itu ketika sedang merasakan burn out, ciptakan energi postif bisa dengan rajin berolahraga atau berkumpul bersama orang-orang terdekat. Hal ini terbukti sangat efektif untuk saling menyebarkan dan mendapatkan support antar satu sama lain sehingga menjadi cara yang tepat dalam mengatasi burn out secara baik. Hal ini tentu membantu mengoptimalkan semangat dan produktivitas kerja kamu.
Jika kalian terlalu sering menyendiri dan mengurung diri dalam kamar, hal ini sangat tidak baik untuk kondisi mental kamu lho!
Mencapai titik kelelahan yang kritis dapat memunculkan perasaan gagal dan kehilangan tujuan atau arah hidup. Kalian mungkin merasa seolah-olah merasa tidak berguna dan melakukan semua pekerjaan dengan benar atau ketakutan mengenai hal-hal yang belum tentu terjadi ke depannya.
Berikan cinta dan dukungan pada diri sendiri. Ingatkan diri bahwa kalian tidak harus sempurna dan tidak apa-apa untuk beristirahat sejenak
Stop jadi People Pleaser, Kamu Berhak Mengatakan Tidak
“Sebenarnya gue nggak mau, tapi gimana ya cara nolaknya? Takut mereka marah dan jauhin gue”
Hayooo ngaku! Siapa yang sering merasakan hal-hal seperti ini?
Bisa jadi kamu adalah salah satu sosok people pleaser. Walaupun sifat ini merupakan hal yang baik namun jika terus menjadi kebiasaan malah dapat menurunkan kualitas hidup kamu lho.
Hal ini dikarenakan kamu terus menerus mengiyakan permintaan orang lain sedangkan ketika kamu sedang membutuhkan bantuan sifat ini malah bikin kalian takut untuk meminta tolong sehingga seringkali membuatmu malah mendapatkan banyak tekanan dan tuntutan yang seharusnya tidak kamu kerjakan. Bisa jadi salah satu penyebab munculnya burn out adalah sifat kamu ini.
Kamu tidak perlu terus-terusan menerapkan good girl syndrome untuk menyenangkan hati orang lain. Alih-alih menyenangkan diri sendiri, kamu justru lebih memilih mengorbankan kebahagian untuk orang lain, karena kamu menganggap diri sendiri bukanlah prioritas utama. Oleh karena itu, stop dari sekarang yuk!
Kamu dapat berhenti menjadi sososk people pleaser dengan mengingat satu hal ini, kebahagiaan diri sendiri adalah prioritas utama. Bukan berarti kamu berubah jadi seseorang yang egois dan berhenti membantu sesama.
Kalian juga memiliki hak untuk mengatakan “TIDAK” apabila permintaan dari orang lain terutama dalam lingkungan kerja tidak sesuai dengan kemampuan dan tugas kamu.
Kamu bisa memulainya dengan membuat beberapa list mengenai hal-hal yang jadi prioritas utama kamu sehingga kalian akan berfokus pada kewajiban utama bukan mengedepankan permintaan dari orang lain.
Karena kunci kebahagiaan diri sendiri adalah harus mulai berfokus pada hal-hal yang membuat diri sendiri bahagia. Kamu harus memprioritaskan kebahagiaan sendiri dibandingkan kebahagiaan orang lain.
Jika kamu berhasil membatasi diri dari permintaan yang berlebihan terutama berhenti menjadi seseorang yang people pleaser, dengan begitu kamu menemukan cara penting dalam mengatasi burnout yang berlebihan.
Kurangi Ekspektasi dan Berikan Apresiasi Terhadap Diri Sendiri
Menerapkan pola pikir dan bersikap realistis membuatmu dapat menurunkan ekspektasi terhadap pekerjaan yang sedang dikerjakan. Dengan cara ini, kecemasan dan stres di tempat kerja dapat berkurang.
Apabila kalian sedang mengerjakan suatu project bersama tim dan atasan kamu. Sedangkan dari diri kamu sendiri memiliki banyak sekali planning dan perencanaan matang untuk project tersebut namun pada saat eksekusi, hasil yang kamu peroleh tidak sesuai dengan rencana awal.
Sehingga hal ini tentu saja bikin kamu badmood dan kecewa karena apa yang telah kamu persiapkan dengan matang tidak sesuai dengan ekspektasi.
Untuk menghindari kejadian ini, kalian hanya perlu berpikir realistis sebelum merencanakan sesuatu hal. Pasalnya, setiap manusia pasti ingin memperoleh hasil yang memuaskan.
Namun sayangnya, tidak semua yang diinginkan tersebut bisa terpenuhi. Usahakan untuk melihat situasi dan kondisi secara nyata sehingga kamu dapat beradaptasi dengan kemampuan orang lain di sekitar kamu dan tetap bisa menikmati proses yang dijalani, tanpa perlu merasa terbebani akan segala hal yang ingin dicapai.
Melalui cara ini, tentu rasa stres dan tekanan yang datang menyebabkan pada mental breakdown ataupun rasa gelisah berlebihan dapat diatasi. Hal ini sangat bermanfaat untuk tetap menumbuhkan kepercayaan kepada orang-orang yang telah membuatmu kecewa.
Cobalah untuk menerima keadaan dan hidup lebih tenang dengan tidak memikirkan sesuatu secara berlebihan. Jalani hari seperti biasanya dan teruslah menebar kebaikan untuk bisa melupakan kegagalan yang telah kamu lalui.
Nah, mulai sekarang kalian tak perlu cemas lagi ya! Semoga beberapa tips mengatasi burnout di lingkungan kerja ini bisa membantumu untuk sembuh dari rasa stress dan bosan karena padatnya jadwal pekerjaan kamu. (*)
Sumber: Berbagai sumber di media online
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- 4 HP Motorola Harga Rp1 Jutaan, Baterai Jumbo hingga 7.000 mAh
Pilihan
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
-
Mandiri Tunas Finance Terancam Sanksi OJK Buntut Debt Collector Tusuk Advokat
Terkini
-
5 Night Cream untuk Kulit Kusam, Bikin Wajah Auto Cerah di Pagi Hari!
-
Cara Cek Lokasi Penukaran Uang Baru Terdekat Lewat PINTAR BI, Mudah dan Resmi
-
Anak Pejabat Terima Beasiswa LPDP? Dirut Sudarto Buka Suara: Kami Cari Top of The Top Talenta
-
Siapa Bermain di Balik Bansos Beras PKH? KPK Periksa Pejabat dan Direksi Perusahaan
-
8 Fakta Pembacokan di Bantul: Pria Tewas Saat Tidur, Polisi Duga Pelaku Dua Orang
-
Disorot soal Kontribusi LPDP, Tasya Kamila Minta Maaf dan Bahas Pajak
-
Warning Bagi Awardee! LPDP Sanksi Alumni Tak Pulang, Wajib Kembalikan Dana Hingga Rp2 Mi
-
Apakah Kerja 2 Bulan Dapat THR? Simak Penjelasan dan Perhitungannya
-
Beda Gamis Bini Orang dan Kebanggaan Mertua, Jadi Tren Fesyen Lebaran 2026
-
Melipat Jaring di Jalan Raya: Mengembalikan Marwah Pembangunan Masjid