/
Jum'at, 31 Maret 2023 | 16:04 WIB
Anggota Komisi I DPR RI fraksi Gerindra, Fadli Zon. ((suara.com/Bagaskara))

“Olahraga (sepakbola) yang bisa menghimpun jutaan massa dan milyaran penonton, memang bisa jadi panggung politik strategis. Sehingga, aturan yang menuntut agar tidak mencampuradukan urusan olahraga dengan politik adalah aturan yang tidak masuk akal. FIFA sendiri terbukti tak mentaatinya,” lanjutnya.

Alasan kedua, Fadli menyebut FIFA menuntut semua negara agar berlaku fair terhadap atlet Israel, padahal Israel sendiri tak pernah berlaku fair terhadap atlet dan dunia olahraga Palestina.

"Meski tidak banyak diekspose oleh media 'mainstream' internasional, bukan rahasia lagi militer Israel sejak lama telah menjadikan bidang olahraga serta para atlet Palestina sebagai target serangan mereka," ujarnya.

Didasari dua hal itu, Fadli menyebut bahwa FIFA mengutamakan kepentingan Israel.

"Jadi, bagi Indonesia, soal izin masuk bagi para pemain bola Israel itu memang bukan hanya semata persoalan olahraga, tapi soal prinsip. Tidak adanya solusi lain yang bisa diterima oleh FIFA, sehingga membuat Indonesia akhirnya kehilangan posisi sebagai tuan rumah, menunjukkan jika organisasi sepak bola itu masih belum lepas dari standar ganda. FIFA hanya membela kepentingan Israel, tapi mengabaikan posisi dan pendapat negara-negara lain mengenai negeri penjajah tersebut," ucapnya. (*)

Sumber: Instagram Fadlizon

Load More