/
Sabtu, 01 April 2023 | 18:59 WIB
Podcast Sport 77 Official. Mamat Alkatiri mengungkapkan pendapat pribadinya soal Piala Dunia U20. Riphan Pradipta (kiri), Mamat Alkatiri (tengah), Haryanto Prasetyo (kanan). (YouTube/Sport 77 Official)

SuaraSumedang.id - Batalnya Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia U20 2023, mengundang reaksi komika, Mamat Alkatiri.

Mamat bersama Riphan Pradipta dan Haryanto Prasetyo dalam podcastnya membahas tentang keputusan FIFA mencoret Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U20.

Menurut Mamat, keputusan FIFA tentang pembatalan Piala Dunia U20 ini, multitafsir. Karena ada hal yang tidak dijelaskan detil oleh FIFA.

“Sebenernya transparansi dibutuhkan dari PSSI. PSSI bukalah ini sebenernya situasi ini karena apa?” kata Mamat dalam podcast tersebut.

Jika pembatalan Piala Dunia U20 karena Israel, Mamat mengungkapkan pendapat pribadinya.

“Pendapat pribadi saya, gelombang penolakan Israel itu kecil, karena tidak ada demo dimana-mana, atau rusuh, tidak. Tapi potensinya ada,” ucap Mamat.

Tetapi catatan-catatan lain juga bisa menjadi sorotan, semisal infrastruktur, tragedi kanjuruhan, dan lainnya.

“Ini jadi berkaitan, ada potensi bahaya, kecil tapi punya potensi. Infrastruktur stadion, standar keamanan di stadion, ditambah pernah terjadi tragedi kanjuruhan, secara analisa apakah semua sudah siap untuk menahan potensi-potensi itu,” kata Mamat.

Mamat menambahkan, kalau Indonesia tidak ada hubungan diplomatik dengan Israel

Baca Juga: Presiden Jokowi: Mohon Maaf Saya Tak Bisa Mengungkap Isi Surat FIFA

“Bahwa memang tidak ada hubungan diplomatik antara Israel dan Indonesia. Kalo saya sebagai penikmat bola, Israel maen saya setuju-setuju aja, pemerintah setuju ngga? Pemerintah punya peraturan sendiri, dalam segala lini dalam segala aspek, kita tidak bisa bekerjasama dengan Israel,” ucapnya.

“Israel tidak bisa mengibarkan bendera atau menyanyikan lagu kebangsaan, FIFA bolehkan ngga? Kalau FIFA tidak bolehkan, berarti Israel tetap datang kesini dengan mengibarkan bendera dan menyanyikan lagu kebangsaan, Indonesia melanggar peraturannya sendiri, karena ada Permenlunya,” lanjutnya.

Mamat juga menambahkan, kegaduhan penyelenggaraan Piala Dunia U20 ini menjadi ranah abu-abu bagi pemerintah, secara regulasi pun menjadi susah karena ada aturan Permenlu, yang mana aturan ini sudah ada sebelum keikutsertaan Israel di Piala Dunia U20. PSSI hanya mengurusi sepakbola dengan mengikuti aturan FIFA.

“Kita ribut-ribut sampai kapanpun, kalo aturan ini tidak dicabut, ya memang tidak bisa, kalau pun naik ada orang akan gugat. PSSI hanya urusi sepakbola meskipun ada politiknya dikit-dikit tetapi mereka memakai aturan FIFA,” ucapnya. (*)

Sumber: YouTube Sport 77 Official

Load More