SuaraSumedang.id - Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) melantik Dito Ariotedjo sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) pada Senin (3/4/2023) di Istana Negara, Jakarta Pusat.
Dito Ariotedjo menggantikan posisi Menpora sebelumnya yang dijabat oleh Zainudin Amali.
Zainudin Amali, mengundurkan diri dari Menpora dengan dalih ingin fokus sebagai Wakil Ketua Umum PSSI.
Dito Ariotedjo dilantik sebagai Menpora berdasarkan Keppres Nomor 26/P/2023 tentang Pengangkatan Menpora Kabinet Indonesia Maju.
Dengan diisinya posisi Menpora oleh Dito. Presiden Jokowi memberikan tiga poin instruksi untuk dilaksanakan.
Dito mengungkapkan tiga poin instruksi dalam keterangan pers setelah ia dilantik.
“Ada tiga poin dari Pak Presiden. Pertama, Pak Presiden ingin di agenda event SEA Games dan Asian Games, kita memprioritaskan cabor-cabor yang memiliki potensi medali,” ucap Dito.
Instruksi kedua dari Jokowi ialah untuk memperhatikan kelancaran kompetisi-kompetisi yang berlangsung di Indonesia. Presiden Jokowi juga mengisyaratkan agar digalakan kompetisi antarkampung.
“Kedua, Pak Presiden ingin liga-liga atau pertandingan olahraga masif dilaksanakan di level tingkat pendidikan, sekolah, kuliah dan juga diminta untuk menggalakan liga antar kampung,” ucap Dito.
Baca Juga: CEK FAKTA: Astaghfirullah! Ibu Ida Dayak Alami Pingsan saat Mengobati Bocah Sakti?
Permintaan ketiga dari Jokowi, kata dito. Mengelola ekosistem industri olahraga agar semakin maju dan juga menargetkan capaian indeks pembangunan pemuda naik dari sebelumnya.
“Ketiga, Pak Presiden sangat peduli dan ingin ekosistem sport industri Indonesia ini, semakin maju dan semakin establish dan untuk pemuda Pak Presiden ingin pengembangan pemuda itu lebih kepada arah kewirausahaan dan juga profesionalitas dengan capaian indeks pembangunan pemuda naik,” lanjutnya.
Dito juga mengungkapkan bahwa dirinya akan melanjutkan apa yang sudah dimulai sebelumnya saat masa Zainudin Amali.
“Yang pasti akan melanjutkan apa yang dimulai dari sebelumnya oleh Pak Zainudin Amali, semua program seperti desain besar olahraga dan juga sentra pelayanan kepemudaan nasional,” ungkap Dito. (*)
Sumber: YouTube Sekretariat Presiden
Berita Terkait
-
CEK FAKTA : Waduh, Jokowi Copot Jabatan Ganjar dan I Wayan Koster dari Jabatannya, Buntut Gagal Jadi Tuan Rumah Piala Dunia U-20?
-
Di Balik Silaturahmi Politik PAN, Ada Konsolidasi Jokowi Menjadi King Maker di Pilpres 2024
-
Berjaya di Spain Masters, Prestasi Gregoria Mariska Diharap Berlanjut ke SEA Games
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
5 Rekomendasi Wisata Karawang Wajib Kamu Kunjungi Bareng Keluarga, Dijamin Seru dan Edukatif
-
Sejumlah Kader Nasdem dan Parpol Lain di Kabupaten Sarmi Papua Pindah ke PSI
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Perjalanan Pasutri asal Pati Berubah Mencekam saat Bus ALS Terbakar di Muratara
-
4 Rekomendasi Sepeda Gunung United Bike yang Ramah di Kantong Banget, Mulai Rp2 Jutaan
-
Kompak Desak Transparansi, Warga dan DPRD Hadang PSEL? Pemkot Bogor Tawarkan China sebagai Solusi
-
Kesaksian Korban Selamat Ungkap Bus ALS Sempat Bermasalah pada Radiator Sebelum Terbakar
-
Mahasiswa Geruduk Kejari dan PN Bogor, Pertanyakan Penanganan Perkara Julia binti Djohar Tobing
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Siapa Pendiri PO ALS? Kisah Bus Legendaris Sumatera di Balik Tragedi Muratara