Kisah tempat Ainul hayat ini berhubungan erat dengan dua tokoh besar yaitu Raja Zulkarnain dan penasihatnya yaitu Nabi Khidir AS.
Ada sebuah riwayat dari Ats-Tsa Labi dari Imam Ali yakni pada suatu hari Raja Zulkarnain bertanya kepada malaikat tentang bagaimana ibadahnya malaikat kepada Allah sang pencipta.
Kemudian malaikat pun memberitahu kepada Zulkarnain bahwa ada malaikat yang sejak dia diciptakan dia selalu sujud dan tak pernah mengangkat kepalanya untuk selamanya karena dia tidak mau menyia-nyiakan waktu untuk selalu beribadah kepada Tuhannya.
Zulkarnain yang mendengar penuturan dari malaikat itu pun menjadi tertarik. Sebab Zulkarnain ingin hidup abadi supaya dia bisa lebih lama beribadah kepada Allah SWT.
Lalu dicarilah telaga Ainul Hayat itu oleh Zulkarnain dan Nabi Khidir AS.
Kemudian mereka menemukannya di tempat terbitnya matahari. Tempat itu digambarkan sebuah tempat yang gelap, namun bukan seperti gelap malam hari tapi gelap karena ada semacam asap atau kabut tebal.
Singkat cerita yang meminum air dari telaga itu hanyalah Nabi Khidir AS, sedang Zulkarnain tidak meminumnya.
Maka kemudian ada perbedaan dari para ulama tentang Nabi Khidir AS sampai saat ini. Ada yang mengatakan Nabi Khidir masih hidup sampai hari ini, tapi ada juga yang mengatakan Nabi Khidir sudah wafat.
Pada abad ke-14 ada seorang penjelajah bernama Juan Ponce De Leon, yang diutus oleh Raja Ferdinand. Dirinya ditugaskan memimpin ekspedisi pencarian mata air abadi (Ainul Hayat). Namun sampai akhir hayatnya, Ponce De Leon tidak menemukannya. Ponce tewas karena dipanah oleh suku pedalaman dari India.
Baca Juga: Tata Cara Mengqadha Puasa Ramadan sebab Haid, Berikut Penjelasannya!
Artinya tempat telaga Ainul Hayat ini masih misterius sampai hari ini.
3. Tembok Besi Dzulqarnain
Tembok ini disebut dalam Alquran surat Al-Kahfi dan beberapa Hadis Shahih. Tembok besi yang dibuat oleh raja Zulkarnain ini berfungsi untuk mengurung dua kabilah perusak yaitu Ya'juj dan Ma'juj.
Tembok ini akan runtuh ketika dunia di ambang kiamat dan kaum yang ada di dalam tembok ini akan melakukan pengrusakan di seluruh dunia.
Jumlah kaum ini sangat banyak. Diriwayatkan kalau ada satu manusia, berarti jumlah Yakjuj dan Makjuj ada 999. Menurut survei pada tahun 2021 penduduk bumi ada 7,8 miliar. Artinya jumlah Yajuj dan Makjuj adalah 7,8 miliar dikali 999 dan itu menghasilkan angka yang luar biasa banyaknya.
Mengingat jumlahnya yang begitu besar, maka mustahil kalau tembok itu hanya ada di sebuah pulau. Paling tidak butuh sebuah benua yang sangat luas untuk bisa menampung jumlah makhluk sebanyak itu.
Jawaban yang paling masuk akal mengenai lokasi tembok Zulkarnain bisa saja ada di
dimensi lain atau memang sengaja Allah SWT tutupi atau dibedakan dengan dunia manusia.
4. Gunung Qaf (Jabal Qaf)
Kisahnya pernah disabdakan Nabi Muhammad SAW ketika sahabat beliau yang bernama Abdullah bin Salam bertanya kepada Nabi Muhammad SAW,"Ya Rasulullah, dengan apa bumi ini bisa tenang?"
Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam menjawabnya,"Dengan beberapa gunung"
Kemudian Abdullah Bin Salam lanjut bertanya,"lalu dengan apa gunung-gunung itu dikokohkan?"
Nabi Muhammad SAW pun bersabda,"Dengan Gunung Qaf yang terbuat dari batu zamrud hijau dan birunya langit."
Para ahli tafsir mengatakan gunung Kaf merupakan induk semua gunung yang ada di dunia ini.
Ada beberapa pendapat mengenai keberadaan Gunung Qaf ini. Ada yang menyebut kalau letaknya ada di antara Yordania dan Arab Saudi.
Namun ada juga berpendapat lain mengatakan letaknya ada di daerah Yaman. Selain itu, ada yang menyebut gunung Qaf berada di suatu daerah sebelum Persia, dekat tembok Yakjuj dan Makjuj. Gunung ini dihuni rijalul gaib dari Wali Allah yang berjumlah 70 orang karena menjauhkan diri dari duniawi.
Di sisi lain ada pula yang mengatakan bahwa di dekat gunung gaib ini ada sebuah pulau bernama AL-Khadr yaitu tempat bertemunya arus sungai dan laut. Pulau itu dihuni oleh sosok hamba Allah yang sholeh yang dikenal sebagai Nabi Khidir AS.
Mengenai lokasi persisnya ada di mana masih menjadi misteri yang belum terpecahkan sampai saat ini.
5. Istana Kerajaan Nabi Sulaiman
Raja Sulaiman atau Nabi Sulaiman adalah sosok orang terkaya.
Dalam Al Quran surat Shaad ayat 35, disebutkan Nabi Sulaiman pernah berdoa,"Ya Tuhanku. Ampunilah aku dan anugerahkanlah kepadaku kerajaan yang tidak dimiliki oleh siapapun setelahku. Sungguh Engkaulah yang Maha Pemberi."
Saking luar biasanya bentuk dari istana Raja Sulaiman ini sampai ternukil di dalam Alquran Surat An-Naml ayat 44.
Menurut ahli sejarah, istana megah Sulaiman dibangun oleh manusia dan bangsa jin. Makanya istana Nabi Sulaiman Ini istimewa dan tidak bisa jika dibandingkan dengan bangunan-bangunan modern seperti sekarang ini.
Istana Nabi Sulaiman disebut dengan Solomon Temple atau kuil Sulaiman. Hal ini sesuai dengan literatur bangsa Yahudi. Istana Nabi Sulaiman AS sekarang sudah tidak ada lagi alias sudah runtuh, yang tersisa hanyalah tembok sebelah barat dari bagian kuil.
Bagi orang Yahudi bangunan ini dinamai Wailing wall atau tembok ratapan.
Nah selama pemerintahan Hizkia, perluasan tembok ini dilakukan sampai ke arah barat yang sekarang kita kenal dengan nama kota lama Yerusalem.
Pada tahun 2005 seorang arkeolog bernama Aylat Nazar menemukan sisa-sisa peninggalan kerajaan Nabi Sulaiman. Dia menemukan situs pintu gerbang dengan lengkungan setinggi 18 meter yang dinamakan struktur batu melangkah.
Maka karena ditemukan benda-benda itu, mereka melakukan penggalian besar-besaran sampai ke Masjidil Aqsa yang akhirnya memicu kemarahan umat muslim di seluruh dunia karena ditakutkan sebab dari penggalian itu akan merobohkan Masjidil Aqsa.
Lalu 2 tahun kemudian di tahun 2007, ditemukan kembali reruntuhan bangunan yang mereka yakini sebagai reruntuhan kuil Nabi Sulaiman. Kuil itu berada di sebelah Masjidil Aqsa.
Walaupun bangunan kuilnya sudah terlihat hancur, para ahli sejarah yakin kuil Nabi Sulaiman masih bisa diangkat untuk dilihat dan di lokasi yang sama ditemukan beberapa peninggalan-peninggalan seperti keramik dan perabotan yang terkubur selama ribuan tahun.
Menurut mereka penemuan ini dianggap penting untuk mengetahui peradaban dan kemajuan yang telah dicapai manusia di masa Nabi Sulaiman dan Nabi Daud AS.(*)
sumber: Youtube Jazirah Ilmu
Berita Terkait
Terpopuler
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
- Link Resmi Pandang.istanapresiden.go.id buat Daftar Upacara Bendera HUT RI di Istana Negara
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
Bcrobes Dorong Riset Berbasis Mikrobioma, Ungkap Potensi Probiotik dalam Mendukung Terapi Jerawat
-
Api Mengamuk di Galangan Kapal Karangsong, 5 Mobil Damkar Dikerahkan
-
Bisa Deteksi Makanan Busuk di Ompreng, Ini Inovasi BRIN untuk MBG yang Bikin Prabowo Kepincut
-
Keracunan MBG Marak Lagi, Bisakah Pengelola dan Pejabat Dipidanakan?
-
8 Wakil Indonesia Jadi Unggulan di Kejuaraan Dunia BWF 2026, Bawa Misi Akhiri Puasa Gelar
-
3 Perempuan Malaysia Selundupkan Narkoba di Bandara Soetta, Disimpan di Sepatu
-
Buku Sibling Rivalry, Mengurai Trauma Masa Kecil dan Persaingan Antarsaudara
-
Daftar Kontroversi Raja Juli Antoni, dari Terima Amplop Dolar sampai Bagi-bagi Jabatan ke Kader PSI
-
Kronologi Temuan 995 Senpi, Narkoba dan VCD Porno di Sekolah Swasta Jaksel
-
Bersenang-senang di Fun Expo Asia 2026