SUARASUMEDANG - Kabupaten Sumedang punya sejarah kelam ketika Idul Fitri atau Lebaran jatuh pada hari Jumat.
Karena sejarah tersebut, ketika masih berbentuk kerajaan, raja Sumedang selalu menghindari solat Idul Fitri di dayeuh Sumedang.
Menurut informasi, beberapa Bupati Sumedang pun, pernah ada yang menghindari solat Idul Fitri di masjid Agung Sumedang, jika kebetulan Idul Fitri jatuh pada hari Jumat.
Apakah untuk menghindari hal yang tidak terduga? Entahlah.
Yang pasti, menurut keterangan Bah Aka (82), budayawan asal Desa Pasigaran Kecamatan Tanjungsari, Sumedang, dulu memang pernah ada kejadian menimpa Sumedang, ketika Idul Fitril jatuh pada hari Jumat.
Sejarah itu terjadi di mesjid Agung Sumedang waktu itu, yakni di Mesjid Agung Tegalkalong,di lingkungan Kelurahan Talun, Kecamatan Sumedang Utara, Kabupaten Sumedang.
Kejadiannya tercatat pada tanggal 16 Nopember 1786, tepat pada hari Lebaran atau Idul Fitri.
Ketika itu sejumlah petinggi kerajaan Sumedang sedang melakukan solat Idul Fitri.
Mereka antara lain Pangeran Tumenggung Tegal Kalong (Rd. Aria Kusumah) adik Pangeran Soeriadiwangsa (Rangga Gempol), Rd. Aria Sacapati, Rd. Mas Alom, Jagasatroe Santapoera, Rd, Dipa, dan NM Bajoen serta yang lainnya, termasuk masyarakat,
Baca Juga: Viral Kepala Dinkes Lampung Pamer Tas Hermes Rp163 Juta, Gajinya 'Cuma' Rp5 Juta
Ketika sedang khusyuk beribadah, tiba-tiba ada serangan dari tentara Kesultanan Banten yang dipimpin Cilik Widara (Ngabehi Satjaparana) dan Tjakrajoeda (Gagak Pranala).
Serangan itu berakibat fatal bagi Sumedang.
Beberapa pejabat kerajaan Sumedang dan menak lainnya menjadi korban serangan.
Di antaranya Pangeran Tumenggung Tegal Kalong (Rd. Aria Kusumah) adik Pangeran Soeriadiwangsa (Rangga Gempol), Rd. Aria Sacapati, Rd. Mas Alom, Jagasatroe Santapoera, Rd, Dipa, NM Bajoen dan sebagainya.
Itulah sejarah kelam Sumedang tersebut.
Karena ada serangan saat Idul Fitri hari Jumat, selama beberapa periode kerajaan Sumedang dan Kabupaten Sumedang, raja dan Bupatinya tak pernah solat Idul Fitri di masjid Agung Sumedang, tetapi menyingkir di mesjid lain di luar kota.
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
Misi Juara Piala AFF: Boyongan Pemain Keturunan di Super League Kunci Kekuatan Timnas Indonesia?
-
Bukan Ragnar Oratmangoen! Persib Rekrut Striker Asal Spanyol, Siapa Dia?
-
Obsesi Epstein Bangun 'Pabrik Bayi' dengan Menghamili Banyak Perempuan
-
5 HP Baterai Jumbo untuk Driver Ojol agar Narik Seharian, Harga mulai dari Rp2 Jutaan
-
Bom Molotov Meledak di SMPN 3 Sungai Raya, Polisi Ungkap Terduga Pelaku Siswa Kelas IX
Terkini
-
Ciduk Kepala Pajak Banjarmasin Lewat OTT, KPK Sita Duit Tunai Lebih dari Rp1 Miliar
-
Buntut Siswa SD di NTT Bunuh Diri, Komisi X DPR Bakal Panggil Mendikdasmen Pekan Depan
-
Layanan Purna Jual Topang Bisnis Auto2000 di Tengah Lesunya Penjualan Mobil Baru
-
56 Warga Terdampak, KLH Dalami Dampak Korosif Paparan Asam Nitrat di Cilegon
-
140 Tahun Mercedes-Benz: Dari Mobil Pertama Dunia Sampai Jejak Awal di Indonesia
-
Pertamina Gagalkan Pencurian 10 Ton Minyak Mentah di Prabumulih
-
Abraham Samad Akui Minta Prabowo Agar 57 Eks Pegawai Gagal TWK Abal-abal Kembali ke KPK
-
24 Kode Redeem FC Mobile 4 Februari 2026: Cara Klaim Haaland dan Trik Farming 5.000 Permata
-
Sinopsis dan Fakta Menarik Sadali, Film yang Dibilang Mirip dengan Dilan
-
Mahalini Comeback! Konser 'Koma' Digelar saat Valentine, Cek Harga Tiketnya di Sini