SUARA SUMEDANG - Harap waspada dan kenali cara pelaku penipuan dengan modus memberi tugas pekerjaan seperti like hingga subscribe channel YouTube atau sejenisnya.
Korban biasanya terjebak modus penipuan terbaru ini setelah percaya lantaran di awal benar-benar mendapat bayaran setiap kali menyelesaikan tugas yang diberikan.
Namun seiring waktu, korban akan diminta melakukan deposit atau pembayaran dengan nominal sebesar jutaan, belasan hingga puluhan juta dan uangnya tak dapat kembali lagi.
Sebab itu ada baiknya untuk mengenali ciri modus penipuan dengan dalih kerjakan tugas berikut ini.
Ciri-ciri di bawah diambil dari rangkuman cuitan akun Twitter Syifa Giarsyah, yakni korban penipuan serta keterangan lainnya yang dapat diperoleh.
1. Korban diundang oleh pelaku ke dalam sebuah grup WhatsApp atau Telegram berisi ratusan orang.
2. Pelaku mengenalkan diri dari perusahaan bergerak di bidang semacam media partner untuk menaikkan traffic atau rating dari mitranya.
3. Korban diminta mengerjakan tugas sederhana seperti like, subscribe channel YouTube atau modus serupa lainnya dengan alasan hal itu untuk menaikkan traffic dari mitra.
4. Setiap tugas yang diberikan akan langsung mendapatkan uang via transfer dan benar berhasil.
Baca Juga: Waspada Sifilis, Kenali Gejala, Penyebab dan Cara Pengobatannya
5. Korban mendapatkan sejumlah transfer secara terus menerus pada tingkat tertentu.
6. Di tingkatan lainnya, korban akan diminta melakukan deposit dan mendapat untung atau persenan dari jumlah deposit yang dikirim oleh korban.
7. Jumlah deposit yang diminta pada korban semakin tinggi seiring dijanjikan dapat bayaran atau transfer yang juga besar.
8. Korban yang terpedaya biasanya akan terus mengikuti tugas atau misi hingga berani melakukan deposit ratusan ribu, jutaan, belasan hingga puluhan juta rupiah.
9. Namun pelaku setelah itu tidak lagi mengirimkan uang transfer kepada korban, sebaliknya korban diminta melakukan deposit kembali dengan dalih hasil tugas terbaru dan sebelumnya akan ditransfer sekalian.
10. Korban yang menolak melakukan tugas baru dengan cara deposit kembali, maka uangnya akan dianggap hangus. Diduga ini dilakukan agar korban mau terus mentransfer uang kepada pelaku.
Itu lah beberapa ciri modus penipuan berkedok kerjakan tugas yang sengaja didesain agar membuat korban percaya hingga berani melakukan deposit jumlah besar.
Diharapkan setelah mengenal cara atau modus penipuan kedok kerjakan tugas di atas, masyarakat dapat lebih berhati-hati dalam klik link atau tautan tertentu hingga tak mengikuti jenis pekerjaan tersebut sama sekali.(*)
Berita Terkait
-
SEA GAMES 2023: Emas Beregu Putra di Persembahkan untuk Seluruh Masyarakat Indonesia dan Mendiang Syabda Perkasa Belawa
-
Viral! Curhatan Korban Kena Tipu 21 Juta Modus Penipuan Kerjakan Tugas Dapat Bayaran Langsung via Transfer
-
Ramai Surat Pengunduran Diri dari Golkar, Kang Dedi Mulyadi Pamit di Instagram hingga Dikomentari Netizen Jadi Gubernur Jabar
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
Terkini
-
Di Mana Tempat Beli Parfum YSL Ori? Ini 5 Toko Tepercaya dan Variannya yang Paling Wangi
-
Dari Penumpang Biasa Jadi Bagian Perubahan: Cerita Kecil Selamatkan Bumi Lewat KRL
-
Proyek 10 Kampus URI: Solusi Cetak Birokrat atau Pemborosan Dana APBN?
-
6 Saham Masuk Rekomendasi di Tengah Penurunan Tensi Perang, Ada Emiten BIPI
-
Penjaga Sekolah di Bintan Peras Uang Jajan Siswa SD Selama 3 Tahun Demi Main Judi Online
-
PSIS Kunci Raffinha, Mahesa Jenar Perkuat Misi Kembali ke Super League
-
Cashlez Kantongi Dana Rp237,2 Miliar dari Rights Issue, Siap Perluas Ekosistem Pembayaran Digital
-
Kobaran Api Kepung Hutan Gunung Jati
-
Deepfake AI Teror Mahasiswi PTN di Solo, Polisi Kantongi Profil Terduga Pelaku
-
Penjualan Semen SIG Tembus 18,27 Juta Ton, Naik 5,6% di Tengah Persaingan Ketat