SUARA SUMEDANG - Persib Bandung memiliki empat penjaga gawang dan satu diantaranya berasal dari Akademi Persib.
Empat penjaga gawang itu ialah, Teja Paku Alam, Reky Rahayu,Fitrul Dwi Rustawa dan Satrio Azhar.
Pelatih kiper Persib, Luizinho Passos mengatakan bahwa empat penjaga gawang tim berjuluk Maung Bandung itu mengalami perkembangan.
Seperti yang lain, kiper-kiper Persib Bandung ini diberikan latihan mandiri saat musim liburnya.
Passos memaparkan jika anak asuhnya butuh waktu untuk berkembang, seperti pemain yang berasal dari Akademi, Satrio Azhar.
"Saya lihat kiper ada progres di latihan, tentu mereka masih butuh waktu untuk berkembang. Kiper juga berlatih individual. Saya pikir ini memang waktunya untuk bekerja keras," kata Passos, dikutip Suara Sumedang dari laman PERSIB (9/6/2023).
Ia juga mengungkapkan perlu waktu agar bisa tampil sampai tahap performa yang terbaik.
“Kami masih punya waktu selama satu bulan agar penjaga gawang bisa tampil dengan baik di Liga 1,” ucapnya.
Lebih lanjut, Passos menuturkan hal ini bukan hasil yang buruk, ia berharap musim ini anak asuhnya bisa memberikan yang terbaik untuk Persib Bandung.
Baca Juga: Tertangkap Kamera, Inara Rusli Cium Bagian Tubuh Virgoun Saat Mediasi, Bakal Rujuk?
“Tahun lalu, menurut saya, itu bukan hasil yang buruk. Tapi tahun ini saya ingin hasil yang lebih baik karena kami punya kiper-kiper yang bagus,” ujar Passos. (*)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan