SUARA SUMEDANG - Halo wargi Sumedang, tau gak sih, ternyata ada mitos unik loh di tanah sunda yang satu ini yaitu gak boleh nyebut kata Ucing.
Mitos ini cukup unik dan masih diyakini oleh sebagian warga Sumedang, tepatnya di desa Cipancar Kecamatan Sumedang Selatan Kabupaten Sumedang.
Dikutip sumedang.suara.com dari akun Tiktok @Jaellyxxx pada Sabtu, (12/8/2023) mitos desa Cipancar ini gak boleh bilang kata ucing.
Desa Cipancar ini melarang kata Ucing atau dalam bahasa Indonesia disebut Kucing. Warga desa Cipancar sangat memegang teguh mitos ini.
Konon jika ada orang yang bilang Ucing atau Kucing akan terjadi bencana besar bagi warga desa Cipancar.
Bencana besar ini bisa berupa hujan yang sangat lebat dalam waktu yang lama, angin ribut atau petir yang menggelegar di sekitar desa Cipancar.
Mitos gak boleh bilang atau menuliskan Ucing ini tidak terjadi tanpa alasan, melainkan sebagai bentuk menghormati para leluhur.
Karena para leluhur mereka kerap menggunakan kata Ucing sebagai gelar kebangsawanan atau kesatria.
Jadi kalo mau menyebutkan atau menuliskan kata Ucing, warga di desa Cipancar menggantinya dengan sebutan Enyeng.
Meskipun ini hanya mitos, tapi ingat ya, ada baiknya kamu tetap menghargai dan menghormati setiap adat dan kebudayaan masing-masing daerah.(*)
Berita Terkait
-
Saksikan Duet Spektakuler Lesti Kejora dan Agnez Mo di Acara HUT 33 SCTV Extra Ordinary, Catat Tanggal dan Waktunya!
-
Rendy Kjaernett Setia Dampingi Lady Nayoan Usai Alami Kecelakaan, Netizen: Semoga mereka rujuk...
-
Lesti Kejora Permalukan Oklin Fia Seumur Hidup Usai Katakan Rizky Billar Rayu dan Godain Dirinya, Benarkah?
-
Kepergok Live Bareng Berondong, Nathalie Holscher Tampil Seksi hingga Lakukan Hal Ini, Warganet: Nyosor Mulu...
Terpopuler
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
- Setelah Pelatih Giliran Suporter FC Twente Usir Mees Hilgers: Pemain Malas
- Cara Membersihkan Bunga Es dengan Aman dan Cepat Tanpa Merusak Freezer
- Daihatsu Kenalkan Mobil 120 Jutaan, 1 Liter Jalan 27 Km
- Di Bursa Capres 2029: Elektabilitas Dedi Mulyadi Tembus 42 Persen, Ungguli Prabowo
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Antrean Mengular di SPBU Bali, Ini Janji Pertamina
-
Gagal Panen Meluas! BI Ungkap Ancaman Nyata El Nino ke Ekonomi Sulsel
-
Duka di Cikarang Utara: Ayah dan Anak Tewas Usai Ledakan Tabung Gas Hanguskan Rumah
-
Sapu Bersih 40 Suara! Emil Dardak Kembali Pimpin Demokrat Jatim Secara Aklamasi
-
Tembus Rp189 Miliar! Data PPATK Bongkar Transaksi Judi Daring Warga dan ASN di Lebak
-
Maba UII Langsung Juara Campus League, Alfira Deanika Tundukkan Unggulan UNESA
-
Menyambangi Tebuireng, Tradisi Ziarah dan Suka Cita Warga NU Jelang Muktamar Ke-35
-
Momentum HAPERNAS 2026, Perumnas Serahterimakan Hunian kepada Lebih dari 530 Konsumen
-
Bila Mufakat Buntu, Sidang Pleno III Muktamar Ke-35 NU Sepakati Opsi Voting
-
Bahtsul Masail di Muktamar NU Sepakat Kripto Boleh Ditransaksikan