SUARA SUMEDANG - Asnawi Mangkualam yang merupakan kapten Timnas Indonesia itu mengaku menerima gaji yang sangat kecil di liga Korea Selatan.
Pria yang sedang gencar dikabarkan dekat dengan Fuji ini mengaku menerima gaji sangat kecil saat pertama kali bermain di liga sepak bola Korea Selatan. Ini diungkap Asnawi saat menjadi tamu di Podcast Sport77 Official yang tayang perdana Kamis malam (14/9/2023).
Asnawi menceritakan bagaimana perbandingan gaki di Liga 1 saat pertama kali dirinya pindah ke Ansan Greeners, klub yang bermain di divisi dua Liga Korea Selatan.
Karena terlalu kecil untuk gajinya sendiri, Asnawi bahkan mengaku sampai tak mampu bayar cicilan rumahnya di Makassar.
"Kalau di Indonesia 100, di Korea sekitar 30 atau 20," Asnawi mengungkap perbandingan gajinya saat bermain di PSM Makassar dan di Ansan Greeners.
Diketahui pindah ke Ansan Greeners pada Januari 2021, ketika covid-19 melanda hingga kompetisi sepak bola profesional di Indonesia dihentikan. Saat itu, Asnawi masih terikat kontrak setahun dengan PSM Makassar.
Keinginan Asnawi pada waktu itu ditentang oleh pihak keluarga. Salah satu alasannya karena gaji yang ditawarkan klub Korsel tersebut yang sangat kecil.
Alhasil Asnawi harus meminta kepada pengembang atau developer yang membangun rumahnya untuk memberi keringanan cicilan.
Ia kemudian meminta izin kembali pada orang tuanya untuk pergi ke Korea Selatan. Bahkan ia berjanji jika gajinya tidak naik dalam dua tahun maka ia akan kembali ke Indonesia.
Baca Juga: Hasil Undian Piala Dunia U-17: Timnas Indonesia U-17 Terhindar dari Grup Neraka
Namun kini, karir Asnawi di Korea Selatan berjalan lebih baik. Setelah dua musim bersama Ansan di divisi 2 Korsel, ia pada tahun ini dibeli oleh Jeonnam Dragons FC yang bertarung di divisi utama liga Korsel. (*)
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
Terkini
-
Argentina Hajar Austria: Lionel Messi 18 Gol Top Skor Sepanjang Masa Piala Dunia
-
Dari Persia Kuno! Isi Lengkap Surat Timnas Iran, Kirim Pesan Damai untuk Dunia
-
Kylian Mbappe: Jujur, Lionel Messi Pemain Terbaik Dunia
-
Ilmu Lagi Aje dari Gue! Viking Row Suporter Norwegia Berakar dari Konser Metal
-
Praktik Sihir di Piala Dunia: Dulu Cristiano Ronaldo Kini Harry Kane Jadi Target
-
Lalui Perjalanan Darat 10 Bulan Sejauh 17 Ribu Km, Tiga Orang Ini Akhirnya Bisa Nonton Messi
-
Lionel Messi Sah Pencetak Gol Terbanyak Piala Dunia, Argentina Ungguli Austria
-
Profil Andy Burnham Calon PM Inggris: Penganut Manchesterism yang Diteriaki Bukan Messiah
-
Tangis Tertahan Keir Starmer: Mundur sebagai PM Inggris, Tekanan Partai Jadi Pemicu
-
Detik-detik Lionel Messi Gagal Eksekusi Penalti: Kegagalan ke-8 La Pulga