Kenaikan harga beberapa jenis BBM memunculkan berbagai reaksi publik, salah satunya adalah para buruh yang menolak kebijakan tersebut. Para buruh Jawa Timur akan menggelar aksi demo kembali di Surabaya pada Selasa (06/09/2022) esok.
Jazuli selaku Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia, Jawa Timur akan ada beberapa elemen buruh dari Jawa Timur yang akan turut serta dalam aksi esok hari.
Hal utama yang ingin disuarakan para buruh adalah mengenai keberatan kenaikan harga BBM. Para buruh menuntut pemerintah Provinsi agar mengatur ulang kebijakan terkait Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) mengikuti kenaikan harga BBM.
Sebab, tidak mungkin jika BBM naik, namun besaran gaji para buruh tetap dan tidak ada perubahan.
“Naiknya harga BBM menjadi tuntutan utama kami, kemudian kami juga akan menuntut pemerintah untuk merevisi kenaikan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK), karena tidak mungkin harga BBM naik tapi gaji buruh tidak naik. Tentu ini menjadi kewajiban Gubernur untuk melakukan evaluasi, terkait dengan kebijakan yang dikeluarkan,” papar Jazuli.
Kenaikan harga BBM ini sangat berdampak bagi buruh karena merasa diberatkan. Apalagi saat ini hanya minyak dunia sedang turun, tetapi BBM di Indonesia malah mengalami kenaikan.
Sebelumnya kelompok buruh Jawa Timur sudah menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung Grahadi, Surabaya pada 31 Agustus 2022 lalu. Demo tersebut membawa tiga tuntutan, salah satunya penolakan kenaikan BBM.
Dalam aksi tersebut para buruh juga memaparkan bahwa kenaikan harga BBM akan mengakibatkan inflasi dan membuat daya beli masyarakat menurun. Tak hanya itu saja, kenaikan BBM juga berpotensi mengakibatkan PHK karena perusahaan tidak ingin biaya produksinya melonjak.
Sementara Jazuli berharap agar aksi yang digelar pada tanggal 6 September 2022 esok bisa direspon. Aksi demo ini rencananya akan diikuti oleh sekitar 500 buruh dari Jawa Timur yang dimulai pukul 12.00 WIB. Sementara titik kumpulnya sendiri adalah di Jalan Ahmad Yani, tepatnya di depan Royal Plaza, Surabaya.
Baca Juga: Penyesuaian Harga BBM Dinilai Langkah Realistis, GP Ansor: Bentuk Keadilan Subsidi untuk Rakyat
Berita Terkait
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
Terkini
-
Pendaki Gunung Dempo yang Bikin Geger karena Senapan Angin Berhasil Dievakuasi
-
Hasil Akhir: Awal Sempurna Piala AFF 2026, Timnas Indonesia Gasak Kamboja 5-1
-
Akademisi Binus: Dugaan Korupsi Eks Jampidsus Bernilai Besar, Penanganannya Tak Boleh Istimewa
-
Tren Belanja Parfum Berubah, Pengalaman Mencoba Aroma Kini Jadi Daya Tarik
-
Bukan Sekadar Cantik, Makeup Kini Dituntut Praktis dan Nyaman Dipakai Seharian
-
Tak Ada di KUHAP, Penanganan Kasus Eks Jampidsus Tak Boleh Diberi Perlakuan Istimewa
-
Aroma Persaingan Pileg 2029 Mulai Terasa, Waketum PAN Soroti Keberanian Kaesang Nyaleg di Jateng
-
Viral Kabar Ajudan Febrie Adriansyah Ditembak Orang Misterius, Polisi: Hoaks
-
Jadwal Pasar Murah di Kampar dan 4 Kecamatan Wilayah Pekanbaru
-
Debut Gemilang Mitchell Baker, Cetak Hattrick untuk Timnas Indonesia di Piala AFF 2026