/
Selasa, 13 September 2022 | 10:40 WIB
Bjorka, Ilegal Hacker Malah Dijadikan Pahlawan, Begini Respon Menkominfo (freepik.com)

Sejumlah data negara bocor dan menjadi perbincangan publik beberapa hari terakhir. 

Menkopolhukam, Mahfud MD menyebut, menurut dia kasus ini belum membahayakan data negara karena data-data yang dibocorkan kepada publik sudah banyak diberitakan di koran-koran. 

Bjorka melalui grup Telegram mengklaim telah meretas surat menyurat milik Presiden RI, termasuk surat dari Badan Intelijen Negara (BIN).

Klaim ini disebarluaskan oleh sebuah akun Twitter dan sempat menjadi topik terpopuler di Twitter.

Baru-baru ini Bjorka membocorkan informasi identitas pribadi Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Indonesia dan mengejeknya.

Dalam unggahan tersebut, Bjorka menuliskan ucapan selamat ulang tahun kepada Johnny G Plate beserta data pribadinya.

Mulai dari Nomor Induk Keluarga, Kartu Keluarga, hingga nama-nama anggota keluarganya.

Tak lama setelah membocorkan data pribadi Johnny G Plate, Bjorka membuat cuitan terkait alasan mengapa dirinya membocorkan data pribadi Menkominfo tersebut.

Bjorka menyebut bahwa Johnny G Plate bodoh dan ia juga menyebut bahwa jabatan Menteri Komunikasi dan Informatika tidak pantas diberikan kepada politisi dan anggota militer.

Baca Juga: Bawa 20 Pemain, PSIS Semarang Siap Curi Poin di Kandang Persita Tangerang

Hal ini ditanggapi Menkominfo Johnny G Plate beserta jajarannya dengan pernyataan mengejutkan kepada para hacker agar tidak menyerang karena merupakan perbuatan tercela.

Pernyataan ini tentu menjadi sangat aneh mengingat jika seorang menteri dan dirjennya meminta hacker tidak menyerang. Seharusnya mereka sudah paham bagaimana cara mengantisipasi untuk melindungi data dari peretasan. 

Menkominfo, Johnny G Plate menegaskan bahwa masalah kebocoran data ini bukan menjadi tupoksi dari kementeriannya.

“Kominfo hanya bisa bekerja berdasarkan tupoksi yang tersedia, tidak melampaui kewenangan apalagi menabrak tupoksi lembaga lainnya” tegas Johnny

Dengan demikian, dia menegaskan bahwa serangan cyber atas ruang digital menjadi domain teknis Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN)

Hingga saat ini, belum ada komentar resmi dari BSSN terkait masalah kebocoran data ini.

Dalam hal ini, BSSN langsung bertanggung jawab kepada presiden.

Load More