/
Selasa, 13 September 2022 | 10:19 WIB
Menkopolhukam Mahfud MD. (Antara)

Deli.Suara.com - Menkopolhukam Mahfud MD memberikan penjelasan soal data pribadinya yang dibocorkan oleh hacker Bjorka.

Diketahui, Selasa (13/9/2022) hari ini, peretas Bjorka membocorkan data pribadi Mahfud MD berupa nomor handphone, alamat rumah, NIK dan lainnya serta membagikannya ke publik lewat akun telegram. 

Menanggapi data pribadinya dibocorkan, Mahfud MD mengaku tak ambil pusing. 

"Banyak yang japri saya bahwa data pribadi saya dibocorkan oleh Bjorka hacker. Saya tak ambil pusing dan tak ingin tahu," tulis Mahfud lewat akun twitternya.

Ia menjelaskan data pribadinya bukan sesuatu yang rahasia, bisa diperoleh dari lama Wikipedia, Google, dan lainnya.

"Sebab data pribadi saya bukan rahasia. bisa diambil dan dilihat di Wikipedia (Google), di sampul belakang buku-buku saya, di LHKPN KPK. Data pribadi saya terbuka, tak perlu dibocorkan," sambung Mahfud.

Peretas Bjorka tidak henti-hentinya melakukan "serangan" terhadap pemerintah Indonesia. Meski akun Twitternya sudah ditangguhkan, Bjorka  terus beraksi membocorkan data-data pribadi pejabat negara.

Sabtu (10/9/2022) Bjorka mengklaim data berukuran 40 MB itu berisi 679.180 dokumen, data-data tersebut dirampas per September 2022.

Jika benar, maka data-data tersebut akan termasuk dokumen dari pemerintahan Presiden Joko Widodo, termasuk yang sifatnya rahasia

Baca Juga: Kejagung Periksa Waskita Beton Terkait Kasus Korupsi di BUMN

"Berisi surat transaksi juga dokumen yang dikirim ke Presiden, termasuk kumpulan surat yang dikirim Badan Intelijen Negara yang berlabel rahasia," tulis Bjorka dalam postingannya di forum online Breached.co.

Sebelumnya Bjorka telah membuat pemerintah kerepotan dengan mengungkap kebocoran data kartu SIM Indonesia yang berjumlah miliaran.

Data pengguna Indihome, pelanggan PLN, Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan beberapa perusahaan lainnya. Ia menjual data-data tersebut di forum peretas online dengan harga beragam.

Load More