Selain itu, ketika seseorang tidur di malam hari, tubuh akan mulai mendetoksifikasi berbagai racun dan menghilangkannya melalui proses ekskresi, membantu Anda menjaga kualitas memori dan mencegah depresi.
Beberapa orang sering tidur di ruangan yang benar-benar gelap dan ini sangat dianjurkan karena memiliki manfaat kesehatan.
Namun, yang lain tidur dengan lampu menyala atau mati. Belakangan diketahui bahwa tidur dengan lampu yang terang memiliki dampak negatif bagi kesehatan.
Nah untuk lebih jelasnya, pada artikel kali ini kita akan membahas tentang dampak negatif tidur dengan lampu yang terang bagi kesehatan. Dilansir dari MedicalNewsToday.com, berikut pembahasannya.
1. Mengganggu Produksi Hormon
Pada malam hari, kelenjar pineal di otak akan mulai memproduksi hormon melatonin dalam jumlah besar yang membuat Anda langsung merasa mengantuk.
Namun, jika Anda mencoba tidur dengan lampu menyala, produksi hormon melatonin akan terganggu.
Ini akan membuat rasa ngantuk Anda hilang dan Anda akan sulit untuk kembali tidur, atau dalam istilah medis disebut insomnia.
2. Depresi
Baca Juga: Dari GIIAS The Series Surabaya 2022: Pameran yang Turut Mendorong Mobilitas Hijau
Ketika seseorang mengalami kesulitan tidur karena berkurangnya produksi hormon melatonin, hal itu juga mempengaruhi suasana hati dan meningkatkan stres. Dalam jangka panjang, stres yang tidak terkontrol dapat memicu depresi.
3. Peningkatan risiko berbagai penyakit kronis
Berdasarkan penelitian dari Northwestern University Feinberg School of Medicine, yang menunjukkan bahwa tidur dengan cahaya terang atau redup meningkatkan risiko berbagai penyakit kronis, seperti tekanan darah tinggi, diabetes sampai penyakit kardiovaskular.
4. Obesitas
Sebuah studi dalam American Journal of Epidemiology, menjelaskan bahwa pada wanita yang tidur di ruangan yang cukup terang, kondisi tersebut menyebabkan gangguan pada metabolisme tubuh dan kebiasaan makan.
Memang, sangat mungkin orang yang tidur di kamar yang terang akan terbangun di tengah malam, sehingga rasa lapar sering muncul dan memaksa mereka untuk makan lagi di tengah malam.
Hal ini akan menyebabkan penumpukan lemak, sehingga meningkatkan berat badan dan berhubungan langsung dengan terjadinya berbagai penyakit kronis, seperti yang telah dibahas sebelumnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- 5 HP Memori 256 GB Harga di Bawah Rp2 Juta, Bisa Simpan Ribuan File dan Gaming
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
Terkini
-
Viral! Fans Seksi Panama Jacky Guzman Ramal Timnya Kalahkan Inggris di Piala Dunia 2026
-
Survei: 81% Pekerja RI Merasa Gajinya Adil, Tapi Tak Semua Bahagia
-
Suatu Malam bersama Tiga Peronda Misterius
-
Adu Gengsi 56 Klub Terbaik Tanah Air, Kejurnas Antarklub Basket U16 & U18 2026 Resmi Dimulai!
-
Kepercayaan Rakyat ke Polri Meroket, Rudianto Lallo: Modal Besar Tingkatkan Pelayanan
-
Kepercayaan Publik ke Polri Tembus 82,4 Persen, Sari Yuliati: Hasil Kerja Nyata dan Konsistensi
-
Serial Anime RE:BEL ROBOTICA Resmi Diumumkan, Berlatar Shibuya Tahun 2050
-
Video Viral Momen Memalukan Leon Goretzka Usai Jerman Dipecundangi Ekuador
-
Ritual Tanda Salib Lionel Scaloni dan Alasan Ogah Rayakan Gol Argentina
-
Iran vs Everybody di Piala Dunia 2026, Mehdi Taremi: Infantino Omong Kosong, FIFA Tak Adil