/
Senin, 19 September 2022 | 14:01 WIB
Pesulap Merah Minta Warga Untuk Tak Percaya Dengan Dukun (suara.com)

"Dengan konten tentang pertarungan gaib dengan pesulap, banyak yang percaya itu benar," kata Red Magician di Pagi Pagi Ambyar Trans TV, Jumat (16/09/2022), seperti dikutip Suara.com, Sabtu (17/09/2022).

Menurut pesulap merah, dia tahu betul bahwa konten-konten yang menyajikan tayangan semacam itu semuanya hanyalah sebuah rekayasa alias palsu.

“Saya tahu berapa bayaran untuk berpura-pura menjadi seorang dukun. Bagaimana dengan mental, latihan akting dari pagi hingga sorenya,” kata Pesulap Merah.

Bahkan, tidak masalah bagi Pesulap Merah jika mereka yang mengaku sebagai dukun sakti menjelaskan kepada publik bahwa konten mereka hanya untuk hiburan.

Namun kenyataannya, pesulap Merah mengatakan bahwa banyak dari mereka tidak menjelaskan kepada publik bahwa isi dari kontes adu kesaktian adalah sebuah rekayasa.

"Miris banget. Harusnya itu hanya sebatas hiburan, tapi masyarakat Indonesia yang dijadikan tuntunan," kata Pesulap Merah.

"Dari komentarnya, banyak orang menganggapnya serius. Meski hiburannya bermakna, menurut saya pribadi itu semua bohong," kata seteru Gus Samsudin.

Ketika orang-orang yang mengaku memiliki kekuatan gaib terus menyajikan konten di media sosial, Pesulap Merah bersikeras bahwa mereka akan terus membongkar trik mereka.

"Ini untuk kepentingan umum," kata Pesulap Merah.

Baca Juga: Gelar Salat Gaib untuk Almarhum Azyumardi Azra, Dewan Pers: Kami Sangat Kehilangan

Sosok Pesulap Merah menjadi sorotan setelah praktek pengobatan spiritual Gus Samsudin dari video YouTube.

Dalam videonya, Pesulap Merah mengkritik konten pengobatan spiritual Gus Samsudin yang menurutnya menggunakan trik sulap untuk mengelabui pasien agar mendapatkan kepercayaan masyarakat.

Pesulap Merah bahkan sempat datang ke padepokan Gus Samsudin di Blitar, Jawa Timur untuk membuktikan ucapannya. Namun, penampilannya benar-benar membuat penduduk setempat di sekitar padepokan menjadi ricuh.

Baru-baru ini, Pesulap Merah juga dituding menghina profesi pawang hujan setelah menepis wawancara Rara tentang partisipasinya di MotoGP Mandalika sebagai lelucon.

Load More