- Kebocoran dokumen terkait Jeffrey Epstein pada Januari 2026 menyudutkan posisi politik Donald Trump menjelang Pemilu Sela 2026.
- Trump diduga menggunakan manuver luar negeri agresif seperti penculikan Maduro untuk mengalihkan isu domestik Epstein.
- Keterlibatan Peter Mendelson di Inggris juga terguncang akibat dokumen Epstein, menguji moralitas elit Barat.
Suara.com - Politik Amerika Serikat kembali diguncang oleh bayang-bayang masa lalu yang kelam. Nama Jeffrey Epstein, pemodal AS yang dikenal memiliki jejaring elit global namun berakhir sebagai narapidana perdagangan manusia dan predator seksual, kini menjadi duri dalam daging bagi pemerintahan Donald Trump di tahun 2026.
Meskipun Epstein telah dinyatakan tewas bunuh diri dalam tahanan pada 2019, misteri di balik koneksinya terus membesar. Investigasi terbaru mengungkap keterlibatan figur-figur paling berkuasa di dunia, termasuk sang Presiden AS saat ini.
Janji kampanye Trump pada Pemilu 2024 untuk membuka tabir gelap Epstein akhirnya menemui titik balik yang menyudutkan dirinya sendiri. Berikut adalah rangkaian peristiwa yang memicu krisis ini:
Kebocoran Album Foto (Juli 2025): Wall Street Journal memicu kegaduhan dengan memublikasikan album ucapan selamat ulang tahun ke-50 Epstein dari tahun 2003, yang di dalamnya memuat nama sejumlah tokoh dunia, termasuk Trump.
Bola Liar Gugatan Hukum: Upaya Trump menggugat media tersebut justru menjadi bumerang. Pada September 2025, Komisi Pengawasan DPR AS merilis album tersebut secara resmi ke publik.
UU Transparansi Arsip Epstein (November 2025): Terjepit oleh desakan internal Partai Republik dan oposisi, Trump terpaksa menandatangani regulasi yang memberi wewenang penuh kepada Kejaksaan Agung AS untuk membuka seluruh dokumen rahasia terkait Epstein.
Dokumen-dokumen sensitif ini mulai mengalir ke publik pada Januari 2026, bertepatan dengan eskalasi ketegangan global yang dipicu oleh AS.
Pengalihan Isu: Analogi "Wag the Dog"
Sejumlah analis politik internasional menilai adanya pola yang identik antara rilisnya dokumen Epstein dengan manuver luar negeri Trump yang agresif. Sidney Morning Herald menyebut langkah Trump sebagai skenario nyata dari film "Wag the Dog"—sebuah upaya menciptakan krisis di luar negeri demi menutupi skandal di dalam negeri.
Baca Juga: Dokumen Jeffrey Epstein Dibuka, Nama Donald Trump dan Bill Clinton Muncul
Beberapa tindakan "aneh" yang dilakukan Trump belakangan ini meliputi:
- Penculikan Nicolas Maduro: Operasi penangkapan Presiden Venezuela dengan dalih narkoterorisme, padahal Maduro dinilai bukan ancaman nyata bagi keamanan AS.
- Provokasi Greenland: Menghidupkan kembali isu klaim wilayah atas Greenland yang memicu ketegangan diplomatik dengan Denmark dan Eropa.
- Gebrakan di Teluk Persia: Mengerahkan armada tempur untuk menggertak Iran, yang membuat dunia berada di ambang kecemasan akan pecahnya perang besar di Timur Tengah.
Strategi ini mengingatkan publik pada langkah Bill Clinton di tahun 1998, yang membombardir Afghanistan dan Sudan untuk mengalihkan perhatian dari skandal Monica Lewinsky saat menghadapi proses pemakzulan.
Menurut Jafar M Sidik dalam artikelnya di Antara, kasus Epstein bukan sekadar persoalan hukum, melainkan ujian moralitas bagi kepemimpinan di negara-negara Barat.
Di Inggris, pemerintahan Perdana Menteri Keir Starmer ikut goyang setelah Peter Mendelson—koleganya yang terseret dalam dokumen Epstein—terbukti membocorkan rahasia negara.
Sementara itu, tokoh seperti Bill Gates dan Bill Clinton telah menyampaikan penyesalan terbuka atas asosiasi masa lalu mereka dengan Epstein.
Bagi Trump, jejak persahabatannya dengan sang predator seks sebelum tahun 2004 kini menjadi senjata ampuh bagi lawan politiknya.
Berita Terkait
-
Mantan Istri Bill Gates Tanggapi Epstein Files, Singgung 'Masa Menyakitkan Pernikahan'
-
Siapa 'Indonesian CIA' dan Konglomerat di Epstein Files? Dibahas Bersama Mata-Mata Israel
-
Terbongkar! Dokumen Epstein Files Ungkap 902 Sebutan 'Indonesia', Ada Apa di Balik Skandal?
-
Apa Agama Jeffrey Epstein yang Dikirimi Kain Kiswah Kabah?
-
Aksi Jumat untuk Palestina, Massa Minta Indonesia Tinggalkan Board of Peace
Terpopuler
- 7 HP Baru Paling Murah Rilis Awal 2026, Fitur Canggih Mulai Rp1 Jutaan
- 6 Mobil Hybrid Paling Murah dan Irit, Cocok untuk Pemula
- 7 HP Terbaru di 2026 Spek Premium, Performa Flagship Mulai Rp3 Jutaan
- Pendidikan dan Karier Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto yang Meninggal Dunia
- Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
Pilihan
-
Hasil Uji Coba: Tanpa Ampun, Timnas Indonesia U-17 Dihajar China Tujuh Gol
-
Iran Susah Payah Kalahkan Timnas Indonesia di Final Piala Futsal Asia 2026
-
LIVE Final Piala Asia Futsal 2026: Israr Megantara Menggila, Timnas Indonesia 3-1 Iran
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
Terkini
-
Cara Mengaktifkan BPJS Kesehatan Mandiri dan Perusahaan yang Tidak Aktif
-
Jalur Wisata Pusuk Sembalun Tertutup Longsor, Gubernur NTB Instruksikan Percepatan Pembersihan
-
BMKG: Jakarta Barat dan Jakarta Selatan Diprakirakan Hujan Sepanjang Hari
-
Minggu Pagi Berdarah di Jaksel, Polisi Ringkus 6 Pemuda Bersamurai Saat Tawuran di Pancoran
-
Masa Depan Penegakan HAM Indonesia Dinilai Suram, Aktor Lama Masih Bercokol Dalam Kekuasaan
-
Anggota DPR Sebut Pemilihan Adies Kadir sebagai Hakim MK Sesuai Konstitusi
-
Google Spil Tiga Jenis Kemitraan dengan Media di HPN 2026, Apa Saja?
-
KBRI Singapura Pastikan Pendampingan Penuh Keluarga WNI Korban Kecelakaan Hingga Tuntas
-
Survei Indikator Politik: 70,7 Persen Masyarakat Dukung Kejagung Pamerkan Uang Hasil Korupsi
-
Geger Pria di Tambora Terekam CCTV Panggul Karung Diduga Isi Mayat, Warga Tak Sadar