Badan ini dimaksudkan untuk membantu masyarakat Indonesia untuk memperoleh bantuan hukum secara adil.
Hotman 911 ini sudah buka di Surabaya tepatnya di kawasan Basuki Rahmat, Surabaya.
Kegiatan ini untuk membantu permasalahan hukum masyarakat.
Dengan dibukanya Hotman 911 ini, disambut dengan antusiasme yang luar biasa dari warga Surabaya.
Banyak warga yang ingin mengadu ke Hotman Paris hingga da yang saling serobot antrean dan bersitegang dengan pihak keamanan.
Ternyata tidak semua orang yang ingin mengadu kepada Hotman, ada juga yang datang hanya untuk sekedar meminta foto bersama.
Kericuhan sempat terjadi selama acara, petugas keamanan siap pasang badan untuk mengamankan jalannya acara dan menertibkan warga yang datang ke lokasi.
Banyak warga yang mengeluh dan meminta lebih dekat dengan Hotman hingga pada pukul 14.30 WIB, Hotman meninggalkan tempat dan disitulah warga mulai tertib.
Sebelum membuka Hotman 911 di Surabaya, Hotman Paris terlebih dahulu menemui Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, di Gedung Negara Grahadi untuk memperkenalkan programnya ini.
Baca Juga: Setelah Alami KDRT, Kerongkongan Lesti Kejora Dikabarkan Bergeser, Benarkah?
Hotman mengatakan program Hotman 911 ini memiliki misi memberikan bantuan hukum kepada masyarakat kurang mampu namun terzalimi dalam hukum.
Bantuan hukum diutamakan untuk kasus yang menyentuh rasa kemanusiaan.
Dengan adanya kerjasama ini, diharapkan bisa membantu masyarakat Jawa Timur khususnya yang lemah dalam ekonomi untuk mendapatkan akses perlindungan hukum.
Khofifah mengkonfirmasi akan ada sekitar 100 orang yang akan berkonsultasi dengan tim dari Hotman Paris.
Hotman menyatakan Hotman 911 ini merupakan langkah-langkah hukum yang dilakukannya bersama tim untuk membantu dan mendampingi masyarakat kecil yang sulit memperjuangkan keadilan.
Kriteria Hotman 911 adalah kasus yang menyentuh rasa kemanusaiaan, khususnya yang dialami rakyat ekonomi lemah.
Banyak kasus yang diadukan ke Hotman Paris menjadi viral, dan banyak kasus yang tidak mendapat kejelasan dari pihak kepolisian.
Salah satunya adalah kasus pengeroyokan santri di pondok Pesantren Modern Darussalam Gontor, Ponorogo, Jawa Timur.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Warkop DKI: Petualangan Kocak Trio Legend Berburu Cuan di Era Digital
-
IRT di Siak Tewas Diserang Buaya, Sempat Diseret ke Dalam Sungai Metas
-
Hasil Piala Dunia 2026: Timnas Qatar Cetak Sejarah Usai Imbangi Swiss
-
Pegadaian Gelar LEXIS 2026 untuk Hadapi Transformasi Hukum Pidana Nasional
-
Jennifer Coppen Jadi Sorotan, Apa Pahala Mengajak Orang Masuk Islam?
-
7 Aturan Feng Shui Kamar Tidur yang Baik untuk Rezeki
-
Anime Jaadugar: A Witch in Mongolia Libatkan Pegulat Sumo Asli Mongolia
-
Evaluasi MBG dan Krisis Regenerasi Petani Jadi Sorotan, Dudung Akui Program Perlu Ditata Ulang
-
Wanita Hamil Tewas Bersimbah Darah di Wisata Alam Dumai, Diduga Dihabisi Suami
-
Asal-usul Malam 1 Suro Dianggap Sakral, Simak Sejarah dan Alasannya