Banyak masyarakat yang mengeluhkan menjadi lebih boros setelah adanya penyesuaian harga BBM Pertalite menjadi Rp. 10.000 per liter.
Di media sosial Facebook terdapat sebuah unggahan foto yang membandingkan antara Pertalite yang dulu dengan Pertalite yang sekarang.
Dalam unggahan ini dilampirkan pula warna pertalite yang berbeda dari sebelumnya.
Satu pertalite berwarna hijau gelap dan satunya lagi berwarna hijau agak terang.
Dari unggahan yang sama, disebutkan bahwa bahan bakar minyak subsidi yang satu ini dinilai semakin boros.
Menanggapi hal ini, PT Pertamina menyatakan bahwa kualitas Bahan Bakar Minyak jenis Pertalite tidak mengalami perubahan dan masih sesuai dengan aturan pemerintah.
Pertamina menjamin seluruh produk BBM yang disalurkan melalui lembaga penyalur resmi seperti SPBU maupun Prestashop Sudah memenuhi spesifikasi dan melalui pengawasan yang ketat.
Produk BBM yang tidak sesuai dengan spesifikasi tidak akan disalurkan ke masyarakat.
Pertamina menghimbau agar masyarakat melakukan pembelian BBM di lembaga penyalur resmi agar mendapatkan produk BBM yang terjamin kualitas dan keamanannya.
Baca Juga: Lesti Laporkan Billar karena KDRT, Netizen: Di Depan Kamera Baik-Baik Saja
Sebaiknya pengendara selalu konsisten untuk memilih bahan bakar kendaraan yang berkualitas agar mesin lebih awet dan terawat. Lebih baik untuk mengisi BBM sesuai dengan ketentuan yang tertera pada buku panduan kendaraan bermotor yang lebih cocok dengan kendaraan masing-masing.
Tanggapan dari penggunaan BBM yang semakin boros, Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga, Irto Ginting, mengatakan bahwa borosnya pertalite ini disebabkan karena adanya penguapan dari pertalite.
Penguapan akan berubah lebih cepat jika temperatur penyimpanan meningkat.
Secara spesifikasi batasan maksimum untuk penguapan pertalite adalah 10 persen, dibatasi maksimal 74 derajat celcius.
Jika kendaraan dibiarkan di bawah sinar matahari langsung dalam jangka waktu yang lama, maka proses penguapan akan menjadi lebih aktif.
Hal inilah yang membuat BBM kendaran yang digunakan seperti mudah habis. Untuk mengatasi hal ini, kami menyarankan agar masyarakat memarkirkan kendaraan di tempat yang lebih teduh.
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 7 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Dua Sepeda Motor yang Dibakar Massa di Pos Polisi Pejompongan Diduga Milik Intel
-
Sepeda Motor Dibakar Dekat Pos Polisi Pejompongan, Bentrok Pecah
-
Tolak MBG dan Kopdes, FMN: Anggaran Hanya Lari ke Prabowo dan Kroni-kroninya!
-
AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
-
Kecewa Ditinggal Begitu Saja, Ojol Jakarta Murka Massa Pati Langsung Pulang Usai dari DPR
Terkini
-
Siapa Owner Vindes Corp Sekarang? Desta Resmi Umumkan Mundur
-
6 Sunscreen Indomaret untuk Flek Hitam dan Mencerahkan Wajah sesuai Review
-
Surat Al Kahfi Ayat 1-10 Lengkap Tulisan Arab, Latin, dan Artinya: Simak Waktu Terbaik Membacanya
-
Anime A Pen, Handcuffs, and a Common-Law Marriage Resmi Tayang Januari 2027
-
Dua Sepeda Motor yang Dibakar Massa di Pos Polisi Pejompongan Diduga Milik Intel
-
Desil Bansos Bikin Gaduh, 81 Tahun Merdeka tapi Data Kemiskinan Masih Kacau
-
Pidato Prabowo di Muktamar NU: Percaya Saya, Indonesia akan Bangkit Tak Ada yang Bisa Bendung
-
Demo 27 Agustus di DPR, Massa Desak RUU Perampasan Aset Segera Diketok
-
Imbas Demo di DPR, Jasa Marga Imbau Hindari Ruas Tol Dalam Kota, Ini Pengalihan Rute Tol
-
Film Horor 'Rambut Sewu: Satu Langkah Getih' Angkat Sisi Gelap Ritual Pesugihan Jawa