Wasit Hernan Mastrangelo menghentikan pertandingan setelah sembilan menit karena insiden serius di luar stadion. Menurut ESPN, polisi menembakkan gas air mata pada insiden tersebut.
Menurut pihak berwenang, penggemar tim lokal, Gimnasia mencoba memasuki stadion yang sudah penuh sesak.
Polisi menggunakan peluru karet dan gas air mata untuk memaksa para penggemar mundur.
"Sayangnya, ada orang meninggal," kata Sergio Berni, menteri keamanan provinsi Buenos Aires.
"Dia meninggal karena masalah jantung saat dibawa ke rumah sakit."
Asosiasi Sepak Bola Argentina memposting pernyataan di akun Twitter-nya yang mengutuk insiden dan kekerasan tersebut.
"AFA sangat mengecam peristiwa yang terjadi hari ini di sekitar stadion Gimnasia dan menyatakan komitmennya untuk terus berupaya memberantas insiden semacam ini yang menodai semangat sepak bola."
Insiden di Argentina terjadi setelah tragedi pertandingan sepak bola di Indonesia pada hari Sabtu yang menewaskan sedikitnya 131 orang.
Berni tidak memerincikan tentang keadaan di mana orang itu mengembuskan napas terakhir. Asosiasi Sepak Bola Argentina (AFA) bereaksi. Melalui media sosial, AFA mengutuk kericuhan dan kekerasan tersebut.
Baca Juga: Klasemen Liga Inggris: Menang Dramatis Atas Liverpool, Arsenal Masih Kokoh di Puncak
"AFA Menyatakan komitmen untuk terus berupaya memberantas insiden semacam ini, yang menodai semangat sepak bola," tambah laporan dari ESPN.
Pemain Gimnasia, Leonardo Morales mengatakan putranya yang berusia dua tahun, kesulitan bernapas. Ia terguncang dan khawatir melihat keadaan di sekitar stadion. Ia tidak menyangka akan seperti ini situasinya.
"Kami tadinya bermain normal, dan itu berubah menjadi seperti ini, dan muncul perasaan keluarga kami hampir meninggal," ujar Morales.
Peristiwa di Argentina otomatis membuat perhatian football family juga tertuju ke Indonesia. Sebelumnya, terjadi kerusuhan setelah pertandingan antara Arema FC vs Persebaya di Stadion Kanjuruhan. Ratusan orang meninggal dunia.
Polisi di tempat kejadian menggunakan gas air mata saat bertugas mengamankan kericuhan. Berdasarkan aturan FIFA, tindakan tersebut dilarang.
Berita Terkait
-
Bukan Karena Panik! Tembakan Gas Air Mata di Stadion Kanjuruhan Sistematis
-
Tragedi Kanjuruhan Dinilai Kejahatan Terstruktur, Polisi Bersenjata Gas Air Mata Dikerahkan di Pertengahan Babak Kedua
-
Beredar Foto Mata Korban Tragedi Kanjuruhan Masih Merah Usai Seminggu Kena Gas Air Mata, Dokter Buka Suara
Terpopuler
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- 5 HP Android dengan Kualitas Kamera Setara iPhone 15
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Anime Akane-banashi Masuki Arc Karaku Cup, Akane Hadapi Dua Rival Kuat
-
Maaf Saja Tak Cukup: Menuntut Restorasi Keadilan bagi 'Juara yang Terampas'
-
Mobil Listrik Changan Lumin Diganjar Harga Khusus di Indomobil Expo 2026
-
Selain Dituntut 18 Tahun, Nadiem Dibebani Denda Rp 1 Miliar dan Uang Pengganti Rp 5,6 Triliun!
-
Selain 18 Tahun Bui, Nadiem Dituntut Bayar Rp4,8 T: Tak Bayar Tambah 9 Tahun
-
Michael Carrick Terancam Dibuang Manchester United Meski Sukses Amankan Tiket Liga Champions
-
Alasan John Herdman Senang Timnas Indonesia Jadi Tim Paling 'Diremehkan' di Grup F Piala Asia 2027
-
Komisioner Komnas HAM Desak Penyelesaian Hukum Kasus Kekerasan Seksual Mei 1998
-
Sepasang Tangan dan Kaki dalam Shift Malam di Pabrik Roti
-
5 Rekomendasi Smartwatch 2 Jutaan, Cocok untuk Segala Aktivitas