Community Development Officer JOB Tomori Atma Agus Hermawan kepada wartawan di Banggai, Sulteng, Rabu, mengatakan bahwa inovasi pembuatan rumah tahan gempa tersebut mengingat wilayah Banggai kerap digoyang gempa bumi.
Atma menielaskan dinding rumah tahan gempa dibangun dari ecobrick atau sampah plastik yang dicacah dan dimasukkan dalam botol plastik sebagai wadahnya.
Menurut Atma, total dibutuhkan 780 kilogram sampah anorganik yang diisi ke dalam 3.120 limbah botol plastik yang berfungsi sebagai pengganti dinding tembok atau papan yang selama ini menjadi pelapis atau sekat rumah.
"Limbahnya memanfaatkan sampah plastik dari Bank Sampah Montolutusan di Desa Paisubololi ‘Sedangkan atap rumah menggunakan baja ringan’’ ujar Atma.
Alwia Batukaon, fasilitator Comdev JOB Tomori, menyatakan bahwa pembuatan rumah tahan gempa di RPIA merupakan implementasi JOB Tomori untuk pemberdayaan masyarakat sekitar yang dirintis sejak tahun 2013.
"Program tersebut ditujukan untuk meningkatkan kompetensi masyarakat khususnya ibu dan anak’ katanya.
‘Sementara, rumah tahan gempa yang lokasinya di tengah-tengah RPIA dibangun awal tahun ini dalam waktu satu bulan dan diresmikan pada 24 Maret 2022.
Total luas lahan RPIA termasuk PAUD dan rumah tahan gempa mencapai 1.000 meter persegi.
‘Sampai saat ini, JOB Tomori telah membangun empat RPIA, masing-masing dua di Desa Siboli, satu di Desa Sinorang, dan satu di Bone Belantak.
Baca Juga: Soal Paracetamol Sirup Berhubungan dengan Penyakit Gagal Ginjal Akut Misterius, Ini Penjelasan IDI
Seluruh status lahan RPIA milik pemerintah desa.
Alwia mengatakan rumah tahan gempa ini diperuntukkan untuk kegiatan literasi siswa sekolah baik PAUD, TK, SD maupun SMP yang dilengkapi dengan perpustakaan, komputer dan akses internet.
Sementara, RPIA merupakan tempat untuk mengembangkan kreativitas, kecerdasan, dan kompetensi dasar dengan melakukan kegiatan-kegiatan pembelajaran.
Di RPIA anak-anak Desa Poisubololi belajar seni dan budaya, menari dan menyanyi.
Warga Poisubololi yang sekitar 90 persen berasal dari Banggai Kepulauan itu juga belajar membaca dan belajar komputer.
Menurut Business Support Section Head Arfiandy Djafar, pembangunan rumah tahan gempa dan RPIA termasuk dalam program pengembangan masyarakat (comdev) JOB Tomori bagi warga di sekitar wilayah operasi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- Mulai Besok Kendaraan Nunggak Pajak Dilarang Isi BBM Bersubsidi
- 3 Rekomendasi Air Cooler 50 Watt yang Dingin Maksimal dan Suaranya Senyap
- 3 Sepatu Running Brodo Terlaris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Durian Musang King dan Black Thorn Jadi Komoditas Baru Andalan Sulsel
Pilihan
-
Bantah Isu TNI 'Serbu' Polda Metro Usai Ramai Kasus Jampidsus, Kapuspen: Waspada Provokator!
-
Penampakan 50 Pria Baju Loreng Geruduk Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Febrie Adriansyah
-
Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
-
50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
-
Resmi! Muktamar NU ke-35 akan Digelar di Ponpes Bahrul Ulum Jombang
Terkini
-
Selain 74 Kg Emas, Polisi Sita Foto Keluarga Jampidsus Febrie Adriansyah di Rumah Mewah Sentul!
-
INDEF Ungkap Kelas Menengah RI Tertekan, 10 Juta Orang Turun Kelas dalam Waktu Sedekade
-
Tuduh AS Langgar MoU Islamabad, Iran: Ingkar Janji Ada Konsekuensinya
-
Agensi Konfirmasi Yunho ATEEZ Putus dari Pacar yang Sudah Lama Dipacari
-
Kenapa Pesepak Bola Sering Muntahkan Minuman di Lapangan? Begini Penjelasan Pakar
-
Saham-saham IPO Rontok ke Zona Merah, Emiten Punya Raffi Ahmad Apa Kabar?
-
7 Toko Online Terpercaya yang Menjual Sepatu Jalan Berkualitas di Indonesia, Produk Dijamin Ori
-
Komdigi Ancam Blokir 22 Platform Digital, Ada Qatar Airways dalam Daftar
-
Haaland, Kisah Viking Harald Hardrada, dan Misi Norwegia Ukir Sejarah Baru
-
Ex Flagship, 3 Rekomendasi HP Oppo Spek Premium yang Masih Layak Beli di 2026