/
Sabtu, 29 Oktober 2022 | 16:30 WIB
Sri Mulyani (suara.com)

Ia optiomis jika Indonesia akan mengalami pertumbuhan ekonomi pada triwulan III di tahun 2022 ini sebanyak lebih dari 5,4 persen.

Ia meyakini apabila perekonomian Indonesia akan terus tumbuh lebih tinggi sekitar 5,4 persen dari periode yang sama di tahun sebelumnya (year on year/yoy).

"Kuartal ke-3 ini kami harapkan momentum pemulihan ekonomi masih akan kuat," ujar Sri Mulyani ketika menghadiri Seminar Strategi Capai Ekonomi Kuat & Berkelanjutan di Tengah Risiko yang diselenggarakan secara daring di Jakarta, pada hari Jumat 28 Oktober 2022.

Menurutnya, akhir-akhir ini ekonomi Indonesia mulai menunjukkan pertumbuhan yang semakin membaik. Hal ini terjadi usai dalam tiga triwulan berturut-turut, ekonomi Indonesia mampu tumbuh di atas angka 5 persen (yoy).

Pertumbuhan baik di bidang ekonomi ini bermula dari triwulan IV-2021 yang meningkat sebesar 5,02 persen (yoy), lalu meningkat sebesar 5,01 persen (yoy) pada triwulan I-2022, kemudian meningkat sebesar 5,44 persen (yoy) di triwulan II-2022.

Sri Mulyani memandang bahwa perekonomian domestik masih terus pulih di triwulan ketiga tahun ini. Sekalipun di tengah kondisi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) sebanyak 30 persen pada awal September 2022 lalu.

"Meski BBM naik, dimana-mana masih macet dan permintaan konsumen serta keyakinannya pun masih sangat kuat," papar Ibu Menteri Keuangan Indonesia ini.

Oleh karena itu, Sri Mulyani menilai kondisi tersebut menunjukkan bahwa ekonomi Indonesia masih dalam kondisi bullish. Ia tetap optimis sekalipun Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) harus menjadi peredam kejut atau shock absorber untuk membuat harga komoditas di dalam negeri stabil,.

Berkat Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) tersebut, masyarakat Indonesia tidak merasakan guncangan yang besar dialam ranah global. Hal ini disebabkan guncangan tersebut telah diserap oleh kas negara dengan biaya yang bisa dibilang sangat besar.

Baca Juga: Mendekam di Tahanan, Nikita Mirzani Pikirkan Nasib Ribuan Anak Yatim dan Lansia Yang Sering Disantuninya

Load More