Pekerja ini tewas setelah tergilas mesin mixer yang memproduksi saus. Ia tewas pada hari Sabtu (22/10/2022) dengan bagian atas tubuhnya yang tertangkap mesin saus.
Kabar tewasnya pekerja ini menjadi perbincangan karena kejadian tersebut dinilai sebagai bukti bahwa toko roti ini tidak mengikuti SOP yang ada.
Vice melaporkan bahwa mayatnya ditemukan oleh karyawan lain beberapa jam kemudian. Meski sudah ditemukan mayat di pabriknya, pihak pabrik diminta untuk tetap melanjutkan produksi seperti biasanya.
Kronologi kejadian ini dimulai ketika pekerja tersebut melakukan pekerjaannya seperti biasa di pabrik daerah Pyeongtaek, Provinsi Gyeonggi, Korea Selatan.
Pada saat itu ia masuk shift malam. Diceritakan pekerja 23 tahun tersebut mengoperasikan mesin sendirian yang seharusnya dioperasikan oleh 2 orang.
Celemek pekerja tersebut tersangkut yang membuatnya tertarik ke dalam mesin pengaduk dan bagian atas tubuhnya tersangkut di mesin pengaduk saus.
Tubuh pekerja wanita tertarik ke dalam mixer dan tubuhnya hancur. Pada keesokan harinya barulah ditemukan jasadnya tertarik oleh mixer dan tubuhnya hancur.
Pada beberapa minggu sebelumnya, sudah terjadi kejadian dimana rangan pekerja tersangkut mesin produksi lain tapi tidak dibawa ke rumah sakit karena statusnya sebagai pekerja tidak tetap.
Meskipun ada dua kejadian kecelakaan ini, pabrik tetap beroperasi seperti biasa. Bahkan pekerja yang menarik dan melihat jasad korban yang hancur diminta untuk tetap bekerja di sebelah lokasi kecelakaan.
Baca Juga: Ulasan Film The School for Good and Evil: Kisah tentang Si Baik dan Si Jahat
Setelah dilakukan penyelidikan oleh kepolisian, ditemukan bahwa kecelakaan ini bisa dicegah jika protokol keselamatan yang memadai telah diterapkan. Selain itu diketahui juga tidak adanya keadilan terhadap para pekerjanya.
Terungkap bahwa mesin mixer yang digunakan untuk produksi tidak dilengkapi dengan sistem keamanan interlock yang diperlukan untuk melindungi operator.
Seruan untuk memboikot Paris Baguette muncul di Twitter beberapa waktu terakhir. Banyak orang yang mendesak penduduk setempat untuk menghindari toko ini.
Ketua perusahaan induk Paris Baguette menanggapi dengan menyampaikan permintaan maaf terkait peristiwa ini.
Perusahaan sedang melakukan penyelidikan dengan pihak berwenang dan bersedia bertanggung jawab atas kecelakaan ini.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
- 5 Sepatu Lari di Bawah Rp500 Ribu di Sports Station, Performa Nyaman Sesuai Review
Pilihan
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
Terkini
-
Duel Chelsea vs AC Milan di Stadion GBK Bakal Dipenuhi Pemain Bintang
-
Empat Penyidik Polisi Diperiksa dalam Kasus TPPU Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
2 Hujan Meteor Akhir Juli 2026 Hiasi Langit Indonesia! Ini Jadwalnya
-
Taiwan Buka Beasiswa Belajar Bahasa Mandarin untuk Lulusan SMA Indonesia, Dapat Uang Saku Bulanan!
-
4 Tips Kamar Tidur Menurut Fengshui Agar Cepat Menikah
-
Mitchell Baker Hat-trick! John Herdman Terkesan dengan Debut Bintang Baru Timnas
-
Pemerintah Tagih Komitmen Mazda Jadikan Indonesia Basis Ekspor ke Australia
-
Perbandingan Kulkas Inverter vs Non Inverter, Mana yang Lebih Unggul?
-
Sepatu Heiden Heritage Buatan Mana? Ini 4 Rekomendasi Terbaik untuk Pemula dan Pelari Pro
-
Dulu Lokal, Sekarang UMKM Tenun Ini Sukses Tembus Pasar Ekspor via Program BRI