Siapa sih yang tidak pernah makan snack? Makanan ringan yang biasa kita temui dalam acara atau kegiatan-kegiatan yang melibatkan banyak orang ini biasanya disuguhkan baik sebelum atau pun sesudah acara untuk dibawa pulang.
Snack atau dalam bahasa Indonesia disebut kudapan ini biasanya berisi beraneka makanan tradisional seperti kue lemper, risoles, dan dadar gulung kemudian ditaroh di dalam sebuah kotak kardus kecil berukuran persegi.
Namun apa jadinya jika snack atau kudapan ini disuguhkan kepada pemain sepak bola? Kira-kira apa aja ya isinya?
Dilansir dari laman resmi Persija Jakarta, klub kebanggaan masyarakat Ibu Kota itu mempunyai program bernama Persija Healthy Way.
Program ini bertujuan untuk membeirkan stimulus tambahan kepada para pemain agar tetap semangat saat menjalani latihan.
Clinical Dietitian atau ahli gizi Persija Jakarta, Emelia E. Achmadi menjelaskan kudapan yang disajikan kepada para pemain Macan Kemayoran ini berisi kandungan protein.
Emilia mengatakan bahwa kudapan bagi pemain bola bukan hanya sekadar kudapan.
“Untuk seorang pemain bola atau untuk menjadi pemain bola handal snack is not just snack. Kita harus berpikir lebih dahulu apa yang badan kita butuhkan. Kalau kita mau snacking, kami di Persija selalu berusaha mencari komposisi dan resep baru sehingga snack ini sangat fun dan enak untuk dikonsumsi bagi setiap pemain,” terangnya.
Contoh yang dimaksud Emilia adalah kudapan yang tidak itu-itu saja. Bentuknya harus inovasi sehingga tidak membosen.
Baca Juga: Cara Bek Tengah Persib Jaga Motivasi di Tengah Jeda Kompetisi
“Kandungan protein, rasa, dan lemak kami pikirkan. Ini akan membuat pemain fun. Pada saat latihan selesai, capek, jika tidak mendapatkan snack yang tidak menarik mungkin nafsu makan tidak ada. Tapi kalau setelah latihan ada cookis, pia, dan pastry, yang pemain bisa enjoy karena rasanya enak itu akan bagus," terangnya.
Lebih lanjut, Emilia menjelaskan bahwa yang terpenting dari program Persija Healthy Way ini adalah mengembalikan power dari para pemain.
"Yang terpenting snack bisa mengembalikan power, mengembalikan protein yang digunakan untuk membentuk otot baru,” ucap Emilia lagi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 HP Baru Paling Murah Rilis Awal 2026, Fitur Canggih Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
- Pendidikan dan Karier Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto yang Meninggal Dunia
- 5 Sepeda Lipat yang Ringan Digowes dan Ngebut di Tanjakan
Pilihan
-
Iran Susah Payah Kalahkan Timnas Indonesia di Final Piala Futsal Asia 2026
-
LIVE Final Piala Asia Futsal 2026: Israr Megantara Menggila, Timnas Indonesia 3-1 Iran
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
-
Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
Terkini
-
Terpopuler: Perjalanan Karier Wakil Bupati Klaten hingga Kumpulan Promo Imlek 2026
-
Saat Makeup, Primer Dipakai setelah Apa? Cek 5 Pilihan Terbaik untuk Tutupi Pori Besar
-
Jadwal KRL Jakarta-Bogor Hari Ini: Tips Cek Kereta Pertama dan Terakhir Secara Real Time
-
Willy Dozan Akui Tak Bisa Lagi Lakukan Adegan Ekstrem, Ada Pengapuran di Kaki
-
Tembus Langsung ke Parung Tanpa Lewat Sentul, Proyek Flyover Bomang Mulai Digarap 2027
-
5 Poin Penting Kasus Pencemaran Asam Nitrat PT Vopak Terminal Merak yang Bikin Geger Cilegon
-
Setelah Penantian 12 Tahun, Akhirnya Bunga Bangkai Raksasa Mekar Sempurna di Kebun Raya Bogor
-
Tok! OJK Bekukan Izin Underwriter UOB Kay Hian Sekuritas, Buntut Skandal IPO REAL
-
Sempat Dikira Kain Popok, Begini Cerita Fatmawati Saat Pertama Kali Terima Bahan Bendera Pusaka
-
Pekerja BRI Insurance Galang Dana Mandiri demi Bencana Sumatra