- Peringatan 103 tahun Fatmawati Soekarno di Jakarta (7/2/2026) menyoroti sisi humanis dan perannya sebagai penjahit bendera pusaka.
- Fatmawati dikenang karena kegemarannya memasak masakan khas Bengkulu dan selalu bangga mengenakan Wastra Nusantara di acara kenegaraan.
- Acara tersebut meluncurkan Fatmawati Trophy, simbol keteguhan perempuan Indonesia, serta menampilkan doa tulusnya untuk kemerdekaan Indonesia.
Suara.com - Peringatan 103 tahun kelahiran Ibu Negara Fatmawati Soekarno yang digelar di Jakarta, Sabtu (7/2/2026), menjadi momen penuh haru bagi keluarga besar Bung Karno.
Dalam acara bertajuk ‘Ibu Bangsa Fatmawati Soekarno Dalam Balutan Wastra Nusantara’ sekaligus peluncuran Fatmawati Trophy, Puti Guntur Soekarno membagikan sisi humanis sang nenek yang akrab disapa "Embu".
Di hadapan keluarga besar dan kader PDI Perjuangan, Puti mengungkapkan bahwa bagi sejarah Indonesia, Fatmawati adalah pahlawan penjahit bendera, namun bagi keluarga, ia adalah sosok nenek yang penuh kasih.
"Sebagai seorang nenek, hari ini saya, Mas Romy, Mas Dade, sampai hari ini masih bisa merasakan kehangatan cinta dari Ibu Fatmawati. Cinta yang sederhana dari seorang ibu, melalui masakannya," ujar Puti.
Puti mengenang kegemaran Fatmawati memasak masakan khas Bengkulu seperti rendang dan mengulek sambal sendiri demi anak-cucunya.
"Walaupun ayah saya (Guntur) sudah menikah, walaupun Pakde Guruh sudah besar, ketika kami berkumpul, pasti dengan penuh cinta kasih Ibu Fatmawati menyuapkan makanan-makanan itu ke mulut putra-putrinya. Itu pun yang kami (cucu-cucu) rasakan," ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Puti juga menceritakan momen bersejarah pada Oktober 1944 saat Fatmawati menerima kain merah dan putih dari perwira Jepang.
Menariknya, saat itu Fatmawati tengah hamil tua mengandung Guntur Soekarnoputra dan sempat tidak menyangka kain tersebut akan menjadi bendera pusaka.
"Bahan merah dan putih itu tidak ada yang tahu, bahkan Ibu Fatmawati sendiri tidak mengerti harus diapakan. Karena sedang mengandung, maka pikirannya mungkin—dari perwira yang memberikan bahan itu—ini adalah untuk dibuat popok bayi," cerita Puti.
Baca Juga: Keren! Popok Bekas Pakai Disulap Jadi BBM, Pakai Teknologi Pirolisis yang Revolusioner
Namun, naluri perjuangannya mengubah kain tersebut menjadi simbol kedaulatan yang dijahit dengan tangannya sendiri di bawah ancaman penjajah.
Selain perjuangan fisik, Puti menekankan peran Fatmawati sebagai ikon budaya yang selalu bangga mengenakan kebaya dan Wastra Nusantara di kancah internasional.
"Beliau menampilkan diri sebagai Ibu Bangsa yang penuh percaya diri. Mendampingi Bung Karno menerima tamu-tamu negara dari segala bangsa, beliau tampil dalam ciri khas keindonesiaan, dalam balutan Wastra Nusantara," jelasnya.
Menjelang akhir hayatnya pada Mei 1980, Fatmawati sempat menunaikan ibadah umrah.
Puti menceritakan doa tulus sang nenek di depan Hajar Aswad yang menunjukkan kecintaan mendalam pada tanah air.
"Aku berdoa untuk cita-cita semula, yaitu Indonesia yang merdeka. Janganlah terbang Indonesia yang merdeka ini," ujarnya.
Acara ini juga menjadi momentum peluncuran Fatmawati Trophy, sebuah karya seni hasil kontemplasi M. Prananda Prabowo yang diwujudkan oleh pemahat Dolorosa Sinaga. Trofi tersebut melambangkan keteguhan dan kekuatan moral perempuan Indonesia.
Puti berharap nilai-nilai keteladanan Fatmawati dapat diteruskan oleh generasi muda Indonesia.
"Ibu Bangsa itu tidak lahir karena beliau istri presiden. Ibu Bangsa itu lahir dari keteladanan beliau yang harus kita ikuti," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Jelang HUT RI, Ikon Pahlawan Solo Ini Dipoles hingga Bersih
-
Acer Aspire 7 Pro Terbaru Dibanderol Rp13,49 Juta, Bawa RTX 3050 dan 2 Slot RAM Siap Upgrade
-
Bank Sumsel Babel Tebar Promo HUT RI, Jajan Cukup Bayar Rp1.945 dengan QRIS BSB Mobile
-
Cashback Jadi Andalan Luna Maya Saat Belanja, Sudah Kumpulkan Hingga Rp 1,6 Juta
-
Bank Sumsel Babel Perluas Layanan, 624 Prajurit Yonif TP 893 Kini Punya Akses Perbankan
-
Dari Sekolah hingga UMKM, Internet Mengubah Kehidupan Warga di Daerah 3T
-
Karhutla Sumsel Makin Sulit Dikendalikan, Hujan Buatan Terkendala Awan
-
Karhutla Sumsel Makin Sulit Dipadamkan, Sumber Air Mulai Jadi Masalah
-
Viral Tukang Cukur di Rancabungur Dimarahi Karena Belum Pasang Bendera, Ini Kata Camat
-
Bintang-bintang Legendaris Liga Inggris akan Saling Berhadapan di GBK, Catat Waktunya