Federasi Persatuan Sepak Bola Indonesia. Seluruh Indonesia (PSSI) kembali menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen untuk melakukan transformasi sepak bola di Indonesia. Hal itu disampaikan langsung oleh Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan dalam momentum mengenang 40 hari Tragedi Kanjuruhan Malang, Jawa Timur.
Ketum PSSI yang kerap disapa Iwan Bule itu mengatakan bahwa sejumlah langkah yang telah dilakukan PSSI sejak awal tragedi itu terjadi diantaranya membentuk gugus tugas (task force) dengan menggandeng beberapa pihak terkait termasuk FIFA.
Iwan mengatakan, hal itu dilakukan dalam upaya untuk meningkatkan pengendalian massa dan langkah-langkah keamanan dalam pertandingan.
"Gugus tugas gabungan juga akan mencakup anggota Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) serta polisi dan Kementerian Pemuda dan Olahraga, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Kesehatan dan Kementeria Pekerjaan Umum,” kata Iwan dikutip lama resmi PSSI, Rabu (9/11/2022).
Iwan kemudian menegaskan bahwa rekomendasi baik dari Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) maupun dari Komnas HAM, sudah diterima PSSI dan sedang dipelajari untuk ditindaklanjuti.
“Kami telah menjalankan salah satu rekomendasi yang dikeluarkan Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) yaitu rekomendasi untuk dilakukan Kongres Luar Biasa yang kami sampaikan sebagai hasil rapat EXCO untuk mempercepat KLB,” katanya.
“Keputusan KLB juga didasarkan keinginan agar kompetisi sepak bola, sebagai marwah sepak bola, dapat bergulir kembali,” kata dia menambahkan.
“Perlu kami sampaikan bahwa semua langkah-langkah yang kami lakukan didasarkan pada Statuta dan Regulasi PSSI yang dibuat sesuai pedoman yang disediakan oleh FIFA sebagai regulator tertinggi di bidang sepak bola dunia. Langkah-langkah yang kami lakukan juga sesuai dengan arahan Bapak Presiden, PSSI, FIFA, Polri dan Kementerian kementerian terkait (Tim Task Force),” kata Iwan.
Iwan Bule juga menyampaikan bela sungkawa atas terjadinya tragedi Kanjuruhan Malang yang memakan ratusan korban jiwa dan luka-luka. Iwan berharap kejadian serupa tidak akan terulang kembali di masa depan.
Baca Juga: Dipertegas Menpora, Penggunaan SUGBK non Piala Dunia Tergantung FIFA
“Atas nama pribadi dan segenap pengurus PSSI, saya menyampaikan rasa belasungkawa sedalam-dalamnya kepada seluruh keluarga korban baik yang meninggal maupun yang mengalami luka-luka dalam tragedi yang terjadi di stadion Kanjuruhan 1 Oktober lalu,” ujar Iwan Bule.
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu
-
Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama
-
Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan
-
Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?
-
10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas
-
Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja
-
Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?
-
175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya
-
Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?
-
Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi