Agus Hebi Djuniantoro yang merupakan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Surabaya mengatakan, puluhan dump truk itu disebar ke perkampungan secara bergiliran untuk mendukung kegiatan kerja bakti bersama bertajuk "Surabaya Bergerak’.
"Kami berkomitmen untuk mengangkut semua sampah hasil kerja bakti bersama di wilayah perkampungan;’ kata dia.
Adapun data wilayah mana saja yang melaksanakan kerja bakti juga telah termonitor ke dalam aplikasi "Surabaya Bergerak’.
"Jadi lebih mudah karena sudah termonitor dan terkontrol masuk aplikasi, wilayah mana saja yang melaksanakan kerja bakti’sambung Agus.
Kemudian Agus Hebi juga mengatakan, limbah hasil kerja bakti warga ini pembuangannya disesuaikan dengan jenisnya. Dia mencontohkan, jika itu berupa lumpur hasil pengerukan saluran, maka digunakan untuk pengurukan lahan. Demikian pula jika sampah hasil kerja bakti berupa ranting pohon akan dibuang ke rumah kompos.
“Tujuan awalnya kerja bakti adalah normalisasi saluran tersier, tetapi sampahnya ada macam- macam. Ada sampah hasil perantingan, sampah bongkaran rumah, dan sebagainya’ kata Hebi.
Oleh sebab itu, kata dia, pihaknya pun berharap ke depan warga dapat memilah sampah atau limbah hasil kerja bakti tersebut. Misalnya, jika itu lumpur hasil pengerukan saluran tidak dijadikan satu dengan limbah rumah tangga seperti lemari atau kasur.
"Memang perlu ada pemilahan sampah hasil kerja bakti, Setelah dipilah oleh warga nanti bisa ditaruh di satu tempat, kemudian kami angkut. Kalau sampah pengerukan saluran kami gunakan untuk lahan-lahan, sedangkan yang lain kita buang ke TPA (Tempat Pembuangan Akhir),’ kata dia.
Ketua RW 03 Kelurahan Pacarkeling Kecamatan Tambaksari yakni Dodi Kristiono mengaku kaget karena sampah hasil kerja bakti langsung diangkut oleh armada Pemkot Surabaya.
Baca Juga: Kasus Kerangkeng Manusia di Langkat, Hanya Dituntut Tiga Tahun Bui
Sebab, menurut dia, dahulu sampah hasil kerja bakti ini bisa sampai satu baru minggu dibersihkan.
“Kalau dulu bisa satu minggu baru diangkut. Kami terima kasih kepada pemkot, setelah kerja bakti tadi sampahnya langsung diangkut semua. Kami mendukung sekali kegiatan ini dan semoga kerja kali ini bisa rutin dan berlanjut,’ kata dia.
Berita Terkait
-
Film Dokumenter Drama "Soera Ing Baja" Berlatar tempat Ikonik di Surabaya, Saksi Bisu Sejarah Pertempuran 10 November 1945
-
Bekasi Darurat Sampah! Penampakan Aliran Irigasi di Babelan Tersumbat Sampah Plastik dan Eceng Gondok
-
Pemerintah Kaji Pembangunan MRT dan LRT di Medan, Bandung, Surabaya dan Bali
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Tembus Angka Miliaran, Pameran HUT ke-81 Jateng Bawa UMKM Lokal 'Go International' hingga Malaysia!
-
Hampir Seabad, Masjid Jami' Al-Khotib Gurah Masih Menyimpan Jejak Kolonial
-
Harga Daging Ayam Melonjak Drastis, Pemkot Pekanbaru: Masih di Bawah HAP
-
Penjelasan Kemenko Perekonomian Soal Emas 1.800 Ton Milik Masyarakat Indonesia
-
Di Hari Jadi Ke-81 Jateng, Gubernur Luthfi Serukan Kebersamaan dalam Membangun Daerah
-
Mahasiswa PPG Unisri Solo Edukasi Karang Taruna soal 3A dan Latih Kreativitas Ecoprint
-
Manga Survival Leviathan Dapat Adaptasi Live Action, Tayang Februari 2027
-
Review Film Back to the 90s: Sensasi Nostalgia Era Boyband yang Penuh Warna
-
BPBD Kota Samarinda Petakan Kawasan Rawan Kabut Asap Dampak Karhutla
-
Kabut Asap, Dinas Kesehatan Riau Siapkan 18 Ribu Masker untuk Pelalawan