Pencarian gorong-gorong
Lebih dari satu abad berselang, gorong-gorong peninggalan Belanda tersebut tetap dimanfaatkan hingga sekarang. Meskipun beberapa temuan harus terlindas oleh bangunan-bangunan baru gedung pencakar langit.
Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya, Lilik Arijanto, memprioritaskan pencarian gorong gorong peninggalan Belanda di wilayah Blauran sampai Kranggan, karena setiap turun hujan di kawasan itu selalu banjir. Selama ini, pembuangan di arahkan ke Bozem (penampungan air) Morokrembangan. Sedangkan letak dari Blauran ke Morokrembangan cukup jauh.
Rencananya, jika gorong-gorong Belanda di area depan Kranggan dapat ditemukan, maka penyudetan akan dilakukan untuk membelokkan aliran air ke gorong-gorong di Embong Malang, lalu masuk ke rumah pompa Jalan Kenari hingga Sungai Kalimas.
Dahulu air Sungai Kalimas tidak bisa ditampung karena ketika air laut masuk terjebak sampai dan Karet baik itu pada saat surut maupun pasang. Namun, saat ini sudah tidak lagi, karena di kawasan Petekan sudah ada pintu air, sehingga bisa ditutup sehingga air laut sudah tidak bisa masuk lagi.
Ide penelusuran gorong-gorong Belanda sebetulnya sudah ada dari dulu. Namun, baru saat ini mulai dilakukan. Pembukaan gorong gorong Belanda berada di Jalan Embong Malang dilanjutkan ke arah selanjutnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan
-
Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI
-
Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional
-
Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total
-
Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi
-
Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?
-
Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak
-
Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus
-
Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler
-
Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123