Warga Lidah Kulon Surabaya dibuat geger ketika petugas BPBD mengevakuasi jenazah seorang pria inisial AR (37) yang ditemukan meninggal dunia di Waduk Slamet dalam kondisi tubuh terlilit jaring ikan pada Sabtu (26/11/2022) pagi.
Seorang saksi mata bernama Ludi (29), mengatakan jika AR pada, Jumat (25/11/2022) kemarin sekitar pukul 18.00 WIB ingin pergi untuk mencari ikan di waduk tersebut.
“Sehabis pulang kerja, AR mau mencari ikan dengan membawa jaring ikan. Tapi sampai malam tidak kembali ke kos,” kata Ludi yang juga keluarga korban waktu memberi kesaksian.
Tidak kunjung pulang ke rumah, akhirnya Ludi mencari keberadaan korban. Pada Sabtu (26/11/2022) dan melaporkan ke Command Center 112 Surabaya untuk ditindaklanjuti.
Akhirnya ia menemukan AR yang sudah berada di pinggir waduk dengan posisi kepala mengapung mendongak ke atas, sementara tangan dan badannya terlilit jaring.
Kanitreskrim Polsek Lakarsantri, Iptu Bambang S membenarkan atas penemuan jenazah tersebut.
Menurutnya, korban telah dievakuasi ke RSU dr Soetomo Surabaya untuk keperluan autopsi. "Iya betul.
Ditemukan tadi pagi dalam kondisi mengapung dan tubuhnya terlilit jaring ikan. Sudah dievakuasi tadi," katanya saat dikonfirmasi. Menurut Bambang, saat dilakukan olah TKP maupun identifikasi, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban. Jadi, diduga korban meninggal karena sakit.
“Di tubuh korban tidak ada tanda-tanda yang mencurigakan dan tidak ada tanda bekas penganiayaan,” kata Bambang.
Baca Juga: BMKG Prediksi Semarang akan Diguyur Hujan pada Malam Hari, Ini Penjelasannya
Berita Terkait
Terpopuler
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- Motor Baru Harley-Davidson Harga Cuma Rp40 Jutaan, Tenaga Setara Motor 250cc
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
- KPK Ungkap Dugaan Modus 'Pinjam Bendera' di Proyek Gedung Pemkab Lamongan Rp151 Miliar
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Beralih ke Jargas Hemat Biaya Energi hingga 33 Persen, Pemerintah Tambah 160 Ribu Sambungan Baru
-
Pemkab Siak Sewa Mobil Dinas Rp8 Miliar, tapi Ada yang Janggal
-
5 Tips Mengatur Posisi Jendela Rumah Menurut Feng Shui untuk Mendatangkan Energi Positif
-
Indonesia Bidik Status Tuan Rumah FIFA ASEAN Cup, Segera Kirim Surat ke FIFA
-
Roy Suryo Lulusan Mana? Kini Ditangkap Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi
-
Dunia yang Menghakimi Sebelum Memahami: Pelajaran Berharga dari Film Saat Aku Bersuara
-
JisuLife Ultra 2: Kipas Portable Premium dengan Berbagai Fungsi Menarik!
-
Hallan Tembus Festival, Kim Hyang Gi Datang ke New York Asian Film Festival
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Gaya Modifikasi Yamaha Gear Garapan Ghofar Hilman Jadi Sorotan di JFK 2026