Pelatih Timnas Prancis Didier Deschamps mengatakan bahwa penyerang mereka Kylian Mbappe menjadi pemain yang terbaik pada laga final Piala Dunia 2022 semalam di Lusail Stadium.
Mbappe membangkitkan semangat rekan-rekannya dengan permainan fantastis dan luar biasa yang ia tunjukkan. Mbappe mencetak hattrick pada laga tersebut. Ia menyamakan kedudukan menjadi 2-2 di babak kedua dalam waktu kurang dari 2 menit.
Mbappe juga menyelamatkan Prancis di babak pertambahan waktu usai Messi berhasil mencetak gol keduanya dan membawa Argentina unggul 3-2, sebelum ia akhirnya berhasil mengeksekusi penalti keduanya dan menyamaan kedudukan menjadi 3-3 hingga akhirnya pertandingan berlanjut ke babak adu penalti.
Namun sayang, penampilan gemilang dari Emiliano Martinez di bawah mistar gawang Argentina berhasil mengantarkan negaranya untuk menjadi juara Piala Dunia setelah 36 tahun mereka tidak mendapatkannya dan Prancis gagal untuk meraih juara Piala Dunia dua kali secara beruntun.
Pelatih kepala Prancis Didier Deschamps merasa keterlibatan Mbappe akan dikenang meski Les Bleus kehilangan trofi Piala Dunia berturut-turut.
"Kylian benar-benar meninggalkan jejaknya di final ini. Tapi sayangnya dia tidak meninggalkannya seperti yang dia inginkan dan itulah mengapa dia sangat kecewa di akhir pertandingan seperti semua pemain," kata Deschamps.
Deschamps kecewa setelah pertandingan dan mengatakan Prancis akan bangkit dari kekalhan atas Argentina.
"Jelas kami memiliki beberapa penyesalan tentang bagian pertama pertandingan itu dan kemudian kami masuk ke perpanjangan waktu, di mana kami bisa memenangkannya di menit terakhir," katanya.
"Sayangnya, itu tidak masuk dan kemudian masuk ke adu penalti. Ada sejumlah alasan mengapa kami tidak sebaik yang kami bisa, dan kami memiliki lawan yang sangat kuat," tuturnya.
Baca Juga: Terima Mesin Gergaji Khusus dari Kemensos, Tukang Ukir di Klungkung Makin Produktif Bekerja
"Kami mungkin sedikit kekurangan energi. Beberapa pemain kunci kami kekurangan energi itu. Tapi, bagaimanapun, kami memiliki beberapa pemain muda, lebih berpengalaman yang datang dan membawa kesegaran dan kualitas dan mereka berhasil membawa kami kembali ke pertandingan dan menjaga mimpi tetap hidup. Tapi sayangnya pada akhirnya kami tidak bisa mencapai mimpi itu," tutup Deschamps.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- Daftar Pertanyaan Sensus Ekonomi 2026: Petugas BPS Datangi Rumah, Tanya Gaji dan Usaha
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Soal Blok Andaman, Kapolda Aceh Jamin Investasi di Aceh Aman dan Nyaman
-
Sensus Ekonomi DIY Baru 9 Persen, Dibayangi Kekhawatiran Pajak hingga Penolakan Warga
-
Hitung-hitungan Korea Selatan Lolos 32 Besar Piala Dunia 2026: Pantang Main Aman Lawan Afsel
-
SDA Terus Dicuri, Prabowo: TNI AL dan Bea Cukai Sudah Dikerahkan, Masih Saja Bocor!
-
Rugi Terus, Prabowo Bakal Tutup 800 Perusahaan Pelat Merah untuk Berhemat
-
Jakarta Darurat Kabel Semrawut: Pelajar Tewas, Perda Mangkrak, Legislator Tuntut Sanksi Operator
-
Maut di Sumberpucung Malang: Pengendara Motor Tewas Tertimpa Truk Tetes Tebu
-
Cedera Cristian Romero Bikin Argentina Cemas Menjelang Babak Gugur Piala Dunia 2026
-
Cara Mengatasi Pompa Air Bunyi Cetak-Cetek agar Tak Boros Listrik
-
UU Peradilan Militer Jadi Tameng Impunitas TNI! Aktivis Desak Reformasi Total