Ribuan penggemar di pusat kota Paris bersorak atas kedatangan tim Prancis yang kalah melawan Argentina di partai final dalam pertandingan yang digadang-gadang sebagai salah satu partai final Piala Dunia terbaik sepanjang masa oleh banyak orang.
Kylian Mbappe dan rekan satu timnya mendarat di Bandara Charles de Gaulle dari Doha tepat setelah pukul 8 malam waktu setempat pada hari Senin dan turun dari pesawat dengan suasana muram. Anggota staf bandara yang tersenyum memegang tanda bertuliskan "Terima kasih" dan "Paris mencintaimu" disahkan tanpa sepengetahuan tim.
Tampak lelah dan masih tampak kecewa dengan kekalahan mereka dari Argentina dalam adu penalti di Qatar, para pemain menaiki bus yang membawa mereka untuk menyambut gerombolan penggemar yang menunggu mereka di Place de la Concorde. Di sana, suasana tim menjadi cerah.
Berbeda dengan 2018 ketika Prancis menjuarai Piala Dunia di Rusia, tim tidak menerima parade di Champs-Elysees.
Namun bagi para suporter, lokasi resepsi tidak terlalu penting karena mereka memperlakukan Les Bleus dengan sambutan hangat di malam musim dingin. Mereka menyalakan suar, mengibarkan bendera dan menyanyikan "La Marseillaise" saat para pemain dan pelatih Didier Deschamps muncul di balkon Hotel de Crillon.
Dalam pesan pertamanya yang dipublikasikan di Instagram dan Twitter setelah kekalahan melawan Argentina kemarin, Mbappe memposting foto dirinya, menunduk, di belakang trofi Piala Dunia dengan pesan: "Kami akan kembali."
Lebih dari 24 juta orang -- delapan dari 10 pemirsa -- menonton final di televisi TF1 Prancis, ini merupakan sebuah rekor tertinggi bagi reting televisi di sana.
Prancis memainkan peran mereka dalam salah satu penyelesaian paling berkesan dalam sejarah Piala Dunia, meski sang juara bertahan gagal mempertahankan gelar. Hattrick Mbappe membantu Prancis bermain imbang dengan Argentina 3-3 setelah perpanjangan waktu tetapi mereka kalah dari titik penalti dalam adu penalti berikutnya.
Mereka gagal mempertahankan gelar juara Piala Dunia mereka, dan gagal pula untuk meraihnya secara beruntun. Kini para pemain akan mulai fokus dan kembali ke timnya masing-masing untuk melanjutkan kompetisi.
Baca Juga: Ketua Umum PSSI Perlakukan Rafael Struick Seperti Anak Sendiri
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Pengakuan Lengkap Santriwati Korban Pencabulan Kiai Ashari di Lingkungan Pesantren Pati
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 7 Sepatu Lari Lokal untuk Jalan Jauh dan Daily Run Mulai Rp100 Ribuan, Tak Kalah dari Hoka
- 5 HP Terbaru 2026 untuk Budget di Bawah Rp3 Juta, Ada yang Support 5G dan NFC
Pilihan
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
Terkini
-
Festival Lahan Basah Pertama di Indonesia Hadir dari Tempirai, Merawat Tradisi yang Hampir Hilang
-
Dekat dengan Umat, Bank Sumsel Babel Salurkan Dukungan untuk Pengembangan Fasilitas Keagamaan
-
Jelang Idul Adha, PTBA Gelar Pelatihan Penyembelihan Kurban Agar Sesuai Syariat
-
7 Sepatu Lari Lokal Paling Underrated 2026: Kualitasnya Dipuji Runner, Tapi Masih Jarang Dilirik
-
Sepatu Lari Lokal Makin Viral, Tapi 5 Hal Ini Masih Bikin Sebagian Runner Ragu?
-
Banjir Air Mata, Nonton Duluan Film Yang Lain Boleh Hilang, Asal Kau Jangan, Sukses Mengharu Biru
-
DVI Mulai Cocokkan DNA Keluarga Korban Bus ALS di Muratara yang Belum Teridentifikasi
-
SPMB Pontianak Dibuka Juni 2026, Orang Tua Jangan Sampai Ketinggalan Jadwal Ini
-
Pengendara Diminta Waspada, Jalan Desa di Landak Mendadak Ambles dan Berbahaya saat Malam
-
Sinopsis Film The Sheep Detectives, Misteri Pembunuhan yang Diselidiki Kawanan Domba