/
Selasa, 20 Desember 2022 | 08:06 WIB
Argentina mengakhiri kisah perjuangan mereka dengan sangat manis usai menundukkan Prancis dalam drama adu penalti yang sangat mendebarkan di partai final Piala Dunia 2022 di Lusail Stadium, Qatar. Keb (AFP)

Dosen Kajian Islam di University of Exeter, Dr Mustafa Baig menjelaskan mengapa presiden FIFA Gianni Infantino dan Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani memberikan jubah dan mengenakannya kepada Lionel Messi.

Dr Baig mengatakan bisht adalah jubah formal yang dikenakan oleh keluarga kerajaan, pejabat, calon pengantin pria pada hari pernikahan mereka, dan wisudawan pada upacara wisuda.

"Hanya beberapa orang terpilih yang benar-benar akan memakai bisht," katanya kepada awak media. "Mereka pada dasarnya menghormatinya (Messi) dengan meletakkannya di atas bahunya. Ini seperti tanda kehormatan, dan semacam penyambutan budaya dan penerimaan budaya," jelasnya.

Dr Baig mengatakan itu juga mewakili pakaian nasional Qatar tetapi hanya pada acara-acara penting. "Ini adalah acara puncak," katanya. "Maksudku, mungkin tidak ada acara yang lebih besar, jadi mereka memberikannya sebagai tanda kehormatan," tambah dia.

Dr Baig juga mengatakan dia melihatnya sebagai pelukan hangat untuk Messi dari mereka. dan mengatakan bahwa itu adalah hal yang cukup keren untuk dilakukan Qatar dan pemikiran cerdas atas nama mereka.

Sementara itu, reaksi juga berdatangan atas kejadian tersebut seperti yang dilontarkan oleh mantan bek Argentina Pablo Zabaleta tidak senang dengan posisi yang ditempatkan Messi.  "Mengapa? Tidak ada alasan untuk melakukan itu." kata dia.

Kemudian, mantan striker Inggris Gary Lineker menambahkan: "Tampaknya memalukan, bahwa mereka menutupi Messi dengan seragam Argentinanya," ucapnya.

Load More