Pihak Manchester City mengutuk keras nyanyian anti-gay yang disuarakan oleh para suporter di Etihad Stadium.
Kejadian tersebut terjadis saat The Citizen menjamu Chelsea di Etihad Stadium pada Minggu (8/1/2023) dalam pertandingan Piala FA.
Asosiasi Sepak Bola bersiap untuk menyelidiki nyanyian yang terdengar selama paruh kedua pertandingan.
FA juga sedang menyelidiki dugaan nyanyian anti-gay yang ditujukan kepada manajer Everton dan mantan pemain Chelsea Frank Lampard selama pertandingan putaran ketiga melawan Manchester United di Old Trafford pada hari Jumat.
"Manchester City mengutuk keras perilaku minoritas penggemar yang terlibat dalam nyanyian diskriminatif pada pertandingan hari ini. Kami bangga merayakan inklusivitas dalam sepak bola dan meminta semua penggemar untuk bergabung dengan kami dalam menciptakan hal yang positif. lingkungan dan suasana, di mana semua orang disambut, diterima, dan memiliki pengalaman hari pertandingan yang fantastis." bunyi pernyataan resmi dari Manchester City usai pertandingan dikutip dari AFP, Minggu (8/1/2023).
Sementara itu, juru bicara FA mengatakan bahwa mereka sangat mengkutuk keras kejadian tersebut.
"Kami sangat mengutuk penggunaan istilah 'rent boy' dan kami bertekad untuk mengusirnya dari permainan kami. Kami terus bekerja sama dengan Crown Prosecution Service, serta Unit Polisi Sepak Bola Inggris, sehubungan dengan penggunaan istilah ini."
"Bagian dari pekerjaan kami di bidang ini adalah untuk memberikan otoritas yang relevan dengan pernyataan dampak dari pendukung LGBTQ+, merinci bagaimana nyanyian semacam ini memengaruhi pengalaman dan perasaan inklusi mereka di pertandingan sepak bola, sehingga sikap dan pemahaman yang lebih jelas tentang nyanyian tersebut dapat didirikan."
"Kami dengan tegas menentang segala bentuk diskriminasi dan kami berusaha untuk memastikan permainan kami adalah lingkungan yang aman untuk semua, yang benar-benar merangkul keragaman dan menantang perilaku kebencian baik di dalam maupun di luar lapangan."
Baca Juga: Belum Selesai, Twitter Kembali PHK Karyawan Moderasi Konten Global
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Pameran Foto "Perisai Tunas" Soroti Perlindungan Anak di Ruang Digital
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel