Presiden FIFA Gianni Infantino diperiksa oleh jaksa khusus Swiss Hans Maurer dan Ulrich Weder atas penyelidikan kasus kriminal pertemuan rahasianya dengan jaksa agung Swiss sebelumnya Michael Lauber.
Pertemuan tersebut terjadi setelah Infantino terpilih sebagai presiden FIFA usai Sepp Blatter dilengserkan atas dugaan korupsinya dalam sepak bola Internasional.
Setelah pertemuan tersebut diungkap lpada tahun 2018, baik Lauber maupun Infantino mengatakan pertemuan tersebut rutin namun mengaku tidak mengingat detail atau mencatat.
Lauber diberhentikan dari pekerjaannya setelah diketahui telah menghalangi kantor federal melakukan penyelidikan terhadap kantor kejaksaan untuk mencari lebih banyak informasi tentang pertemuan tersebut. Sementara Infantino menolak untuk berkomentar soal peristiwa tersebut.
Hans Maurer dan Ulrich Weder adalah dua jaksa Swiss yang baru terpilih pada Desember 2021 kemarin. Keduanya diamanati untuk melanjutkan penyelidikan terkait tiga pertemuan tanpa dokumen yang diadakan pada 2016 dan 2017 yang melibatkan Infantino dan jaksa agung Michael Lauber saat itu.
Badan sepak bola dunia sebelumnya mengatakan baik FIFA maupun presiden FIFA sepenuhnya tersedia untuk bekerja sama dengan pihak berwenang, apakah itu menyangkut pertemuan yang dilakukan presiden FIFA dengan mantan Jaksa Agung Swiss, atau apa pun itu.
Blatter dan Michel Platini, mantan bos Infantino di badan sepak bola Eropa UEFA, dibebaskan tahun lalu oleh hakim federal Swiss atas kasus korupsi yang menjeratnya.
Kasus itu diadili hampir tujuh tahun setelah tuduhan itu muncul, yang menyingkirkan Platini dari kontes untuk menggantikan Blatter. Infantino kemudian menjadi kandidat sepak bola Eropa untuk presiden FIFA.
Baca Juga: AJI Tuntut Presiden Jokowi Mencabut Perppu Cipta Kerja
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
BNI Sekuritas Buka Suara soal Dugaan Perundungan yang Seret Nama Pegawai di Media Sosial
-
Fashion Show dari Limbah hingga Bazar UMKM Ramaikan Alun-alun Cilegon
-
Ketika Penyandang Disabilitas Didorong Membangun Bisnis Berkelanjutan
-
KPK Tahan 4 Tersangka Baru Korupsi Asuransi Fiktif PT Pelni Rp263 Miliar
-
Limbah Sianida vs Kemarau Panjang: Saat Sungai Cikaniki Mati Rasa dan Warga Berjuang Demi Air Bersih
-
Askrindo Pertajam Strategi Pertumbuhan, Fokus Diversifikasi Produk hingga Digitalisasi
-
Optimalkan Pelayanan Publik, Mendagri: Pentingnya Penguatan Kapasitas & Dukungan Bagi Kepala Daerah
-
Nyaris Beredar! Polisi Gagalkan Distribusi 784 Ribu Butir Obat Keras Ilegal di Bandung
-
Semakin Praktis, Pembayaran Transportasi Umum Kini Cukup Tempel HP
-
Polisi Sita Parang hingga Golok Jelang Aksi Ribuan PSHT di Surabaya