Flare salah satu benda yang dilarang dibawa masuk oleh suporter ke stadion. Berulang kali PSSI sebagai otoritas tertinggi sepak bola Indonesia jatuhkan sanksi kepada klub yang suporternya ketahuan mmebawa flare.
Jika merujuk pada kode displin dan etik AFC, Indonesia bisa dapat sanksi 5.000 dollar AS (setara Rp74 juta) untuk tiap flare yang menyala.
Meski begitu masih saja ada suporter yang membandel dan sengaja membawa flare. Seperti pada video viral yang diunggah akun @thecasualultra
Pada video itu terlihat seorang suporter berhasil memasukkan dua flare ke dalam stadion tanpa diketahui petugas. Dari video jelas terlihat flare itu mereka masukkan ke dalam bungkus makanan ringan.
Saat bungkus makanan dibuka, terdapat dua flare yang sudah dimasukkan ke dalam plastik. Selanjutnya di video itu terlihat dua orang suporter langsung berjingkrak menyalakan flare.
"No pyro allowed in the stadium? No Problem! Persebaya Surabaya style," tulis caption unggahan video tersebut.
Sontak saja video ini pun membuat netizen memberikan komentar pedas.
"malah bongkar rahasia sendiri. demi konten demi konten," tulis netizen.
"Terbukti mas, beberapa tim ketika home tidak boleh bawa makanan dari luar," sambung akun lainnya.
Baca Juga: Ambisi Klok dan Tekanan Suporter Tuan Rumah
Ada sejumlah alasan mengapa flare dilarang masuk ke dalam stadion.
Alasan pertama karena flare hanya bisa dinyalakan dalam keadaan darurat. Alasan kedua, flare mengadung resiko berbahaya.
Alasan ketiga, flare terbuat dari bahan kimia berbahaya dimana suhu terpanasnya bisa mencapai 1600 derajat celcius.
Terakhir banyak kasus flare menyala di stadion menyebabkan kasus meninggal dunia seperti yang terjadi pada 2013 saat anak 14 tahun meninggal dunia di Brasil karena flare.
Berita Terkait
-
Seseorang Diduga Hacker Mirip Kingkong Mendadak Muncul di Kemacetan Jakarta: Ujian Apa Lagi Ini?
-
PSSI Keluarkan 9 Syarat bagi Pemain Timnas Indonesia U-17, 7 Pemain Terancam Dicoret?
-
Mau Ikut Seleksi Timnas Indonesia U-17? PSSI Berikan 9 Syarat Ini untuk Calon Pemain!
-
Jenis-jenis Suporter Sepak Bola di Dunia
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
- Motor Mirip Harley-Davidson Harga Rasa Matic: Mending Morbidelli C252V atau QJ Motor SRV250?
Pilihan
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
-
Anggaran Kunjungan Luar Negeri Prabowo Tembus Rp1,1 T! Lebih Besar dari TKD Satu Kabupaten di NTB
Terkini
-
Gagal Masuk Negeri? Jangan Cemas, 800 Lebih Sekolah Swasta di Banten Kini Gratis
-
12 Kali Raih WTP, Mengapa BPK Masih Minta Sumsel Benahi Sejumlah Hal?
-
6 Fakta Penangkapan Pelaku Pembacokan Maut di Kebon Pedes
-
Puasa 1 Muharram, Sunnah atau Sekadar Tradisi? Ini Niat dan Penjelasan Ulama
-
6 Fakta Nasib Pedagang Usai Pembongkaran Kios Ilegal di Jalur Puncak
-
Di Balik Gemerlap Podium, Nasib Atlet Indonesia Masih Terkatung-katung
-
Korban Terus Bertambah, Dugaan Penipuan Rp1,4 Miliar yang Seret Ibu Bhayangkari Bikin Heboh
-
7 Poin Penting di Balik Tuntutan Soal BBM dan Program MBG
-
Sudah Dapat Rp10 Juta, Pedagang Puncak Tetap Merana: Modal Segitu Mana Cukup
-
PTBA Uji Biomassa Kaliandra Merah untuk Kurangi Emisi Karbon dan Dukung Transisi Energi