/
Sabtu, 20 Agustus 2022 | 22:23 WIB
Ilustrasi Monkeypox (Cacar Monyet) (suara)

Penyakit Cacar Monyet merebak disaat maraknya Covid-19 belum usai. Cacar monyet adalah penyakit zoonosis langka yang disebabkan oleh infeksi virus monkeypox. Dilansir dari Wikipedia, awal maraknya wabah cacar monyet di tahun ini setelah dikonfirmasi pada 6 Mei 2022 di Britania Raya, pada saat penduduk Inggris bepergian ke Nigeria di Afrika Barat, tempat penyakit ini bersifat endemis. Selama berada di sana, orang tersebut menunjukkan gejala dan tanda klinis yang konsisten dengan cacar monyet pada tanggal 29 April 2022. Lalu ia kembali ke Britania Raya pada 4 Mei 2022, dan memulai kasus indeks wabah cacar monyet di negara ini. Indonesia sempat masih merasa aman karena belum ada warga yang terkonfirmasi terkena cacar monyet.

Namun, hari ini, Sabtu, 20 Agustus 2022, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengumumkan kasus terkonfirmasi cacar monyet pertama di Indonesia. Juru Bicara Kemenkes, Mohammad Syahril mengatakan, seorang laki-laki berumur 27 tahun berasal dari DKI Jakarta telah terkena cacar monyet setelah dilakukan pemeriksaan PCR. "Hari ini, pasiennya ada yang satu terkonfirmasi, dari DKI Jakarta, orangnya laki-laki 27 tahun, dapat laporan pemeriksaan PCR tadi malam," kata Syahril dalam konferensi pers daring, di Jakarta.

Syahril memaparkan, gejala yang dialami oleh pasien berupa demam, dan adanya ruam di beberapa bagian tubuh, "Ada demam, kemudian juga ada pembesaran kelenjar limpa, tapi keadaannya baik, artinya tidak sakit berat dan ada cacar-nya atau ruam-ruamnya di muka, di telapak tangan, kaki dan sebagian di sekitar alat genitalia," katanya. Gejala ini pasien alami mulai dari tanggal 14 Agustus 2022 lalu, setelah sebelumnya pasien pulang dari luar negeri.

Karena adanya gejala ini, maka dilakukan tes PCR terhadap pasien tersebut. Dalam penjelasan Syahril, dikatakan dalam hitungan dua hari, pemeriksaan PCR itu sudah dilakukan dan tadi malam sudah diumumkan positif terkonfirmasi. Untuk keadaan sekarang, pasien hanya memiliki gejala ringan maka tidak memerlukan perawatan di ruang isolasi, namun hanya perlu melakukan isolasi mandiri di rumah.

Karena telah ditemukannya pasien terkonfirmasi cacar monyet ini, pihaknya bersama dengan Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta telah melakukan pelacakan kontak erat terhadap pasien tersebut, dikarenakan penularan virus cacar monyet ini sangatlah cepat, "Kasus cacar monyet ini adalah kasus yang menular yang memerlukan contact tracing kepada orang-orang yang pernah kontak erat dengan pasien tersebut," kata Syahril.

Syahril juga menginformasikan bahwa hingga saat ini sudah 23 kasus suspect cacar monyet yang ditangani, namun dari jumlah tersebut, 22 orang dinyatakan negatif cacar monyet melalui tes PCR, sehingga dengan temuan ini menjadi kasus pertama di Indonesia adanya pasien terjangkit cacar monyet.

Load More