Kapolri Jenderal Listyo Sigit Purnomo terus didesak oleh banyak pihak untuk membongkar kebenaran kasus Ferdy Sambo. Sudah dua bulan dari hari penembakan yang menghilangkan nyawa mendiang Brigadir, namun fakta yang sebenarnya belum juga terkuak. Bahkan hingga terbangun isu bahwa kekuatan Sambo melebihi kekuatan Sigit, dan karena kedekatan pribadi mereka, juga banyaknya nama yang akhirnya terlibat dari kalangan kepolisian, sehingga Sigit takut, dan tidak berani benar-benar menguak kebenaran serta memberantas seluruh yang terlibat.
Sigit, dalam bincang sebuah acara televisi, mengatakan bahwa dirinya memang menemukan kesulitan untuk mengungkap fakta yang sebenarnya atas kasus Sambo. Bukan karena takut terhadap Sambo, namun karena banyaknya rekayasa yang dibangun oleh Sambo. Bahkan, ketika pertama kali kabar ini mencuat, dan Sambo menemui Sigit, Sambo meyakinkan Sigit bahwa ia tidak melakukan penembakan.
"Memang awalnya bingung dan agak sulit. Karena memang diawal-awal, FS ini kan menceritakan peristiwa skenario yang terjadi di Duren Tiga itu peristiwa tembak menembak," kata Sigit, dilansir Rabu, 7 September 2022. Sigit mengaku sempat meminta Sambo untuk menyampaikan kejujuran, apa yang sebenarnya terjadi, "Dan itu kan disampaikan ke banyak orang, termasuk saya juga. Hingga pada saat itu, saya tanyakan pada FS, 'kamu jujur kamu terlibat atau tidak?'. Dua kali saya tanyakan. Karena saya bilang, akan proses ini sesuai dengan fakta. Jadi kalo kiranya peristiwanya tidak seperti itu, ceritakan. Tapi kalo memang seperti itu, nanti kita lihat pembuktiannya sesuai fakta," tambah Sigit.
Ketika di dalami, perancangan skenario rekayasa tersebut juga dibuat Sambo untuk disampaikan ke orang berpengaruh. Karena memang Sambo memiliki kedekatan dengan beberapa pihak, dan jabatan yang mempunyai kewenangan untuk menekan, selain kebohongan dan manipulasi, dikatakan oleh Sigit, Sambo juga sempat melakukan intimidasi. Meskipun, intimidasi ini bukan dilakukan terhadap dirinya, melainkan terhadap para penyidik.
Tim penyidik sempat merasa ketakutan ketika di awal menangani kasus ini, karena Sambo menggunakan pengaruhnya untuk melakukan pengancaman dan menekan penyidik. “Mereka (penyidik) sempat ketakutan. Karena ada bahasa-bahasa bahwa mereka semua akan berhadapan dengan yang bersangkutan (Sambo),” kata Sigit.
Kabar intimidasi untuk menghalangi penyidikan ini sampai ke telinga Sigit, sehingga ia mengambil langkah dengan menonaktifkan Sambo sebagai Kadivpropam. Sigit menjelaskan, “Kita minta untuk Sambo, kita non-aktifkan saat itu. Karena kami dapatkan informasi-informasi, ada kesulitan dari Timsus saat itu untuk bekerja dengan baik,”.
Melihat pernyataan Jenderal Listyo diatas, faktanya, kesulitan Kapolri untuk membongkar kasus Sambo dirasakan ketika awal penyidikan. Karena Sambo mengakui kejadian palsu padanya, dan adanya upaya penghalangan penyidikan oleh Sambo dengan mengintimidasi Tim Penyidik. Namun, setelah berjalannya penyidikan, kebenaran sudah mulai terkuak. Sambo pun sudah mengakui bahwa ia adalah dalang dalam pembunuhan berencana tersebut. Dan beberapa tersangka lain juga sudah diketahui, bahkan pihak-pihak dalam institusi Polri yang membantu Sambo dalam membuat rekayasa kejadian juga banyak terungkap.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
Terkini
-
Bojan Hodak Waspadai Kebangkitan Bhayangkara FC: Persib Tak Akan Mudah Menang
-
Kasus Kekerasan di Daycare Baby Preneur Aceh, Polisi Tetapkan 3 Tersangka
-
Ada Lee Jae In, Film Romansa Remaja Cherry Boy Umumkan Jajaran Pemain Utama
-
Viral Pengantin Meninggal Dunia setelah Resepsi, Tumpukan Kado Bikin Nyesek
-
Asa di Tengah Duka: Pemprov DKI Siapkan Beasiswa bagi Anak Guru Nur Laila Korban Tragedi KRL Bekasi
-
Viral CCTV Penganiayaan Balita di Daycare Aceh, Polisi Ungkap Kejadian Terjadi Dua Kali
-
Harga iPhone Sudah Turun! Ini 3 Rekomendasi iPhone Paling Worth It Saat Ini
-
BBRI Jaga Margin di Tengah Gejolak Suku Bunga, Kinerja Kuartal I Lampaui Ekspektasi Pasar
-
Terpopuler: Gaji Sopir Taksi Green SM vs BlueBird, Isi Garasi Menteri PPPA Arifah Fauzi
-
Terpopuler: Pilihan HP Terbaru yang Bisa Zoom Jauh, Tecno Spark 50 Pro Siap Rilis