Dampak perang Rusia-Ukraina membuat banyak negara yang terimbas terguncang ekonomi, dan mengakibatkan rakyatnya terkena krisis biaya hidup.
Pada bulan Juli kemarin, inflasi di Inggris naik hingga lebih dari 10%, setelah kenaikan sebelumnya terjadi pada tahun yang 1980-an. Akibatnya, harga kebutuhan pokok hingga tagihan energi melonjak, dan berdampak memberi bagi para penduduknya menjadi kesulitan bertahan hidup.
Berdasarkan Survei Badan Amal Opinium terhadap 2.000 orang dewasa di Inggris bulan Agustus lalu, ditemukan 5,6 juta orang telah mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan makanan dalam tiga bulan terakhir sebagai akibat dari krisis biaya hidup. Bahkan, hampir 8 juta orang telah menjual barang pribadi atau rumah tangga untuk membantu membayar berbagai tagihan.
Kondisi tersebut membuat lebih banyak orang meminjam uang untuk mencoba memenuhi kebutuhan, baik melalui kredit, maupun meminjam secara pribadi ke teman atau kerabat.
Mirisnya, krisis biaya hidup ini juga membuat banyak wanita yang memilih jalan untuk turun ke bisnis prostitusi, yakni menjajakan diri sebagai Pekerja Seks Komersial atau PSK. Menurut data English Collective of Prostitution, jumlah perempuan yang menjadi PSK meningkat sekitar 30% dari angka normal.
Tak hanya di Inggris, hal serupa pun terjadi Korea Utara. Banyak wanita yang menjadi PSK dengan menjajakan diri di jalanan. Dan pemerintah Korea Utara sedang berusaha bertindak tegas atas aksi ini.
"Tindakan keras dimulai ketika seorang Pejabat Pusat di Pyongyang mengajukan proposal, setelah dia melihat beberapa wanita menawari pria di jalan untuk prostitusi di malam hari," kata sumber yang tertulis anonim untuk alasan keamanan, dikutip Minggu (25/9/2022).
Kementerian Jaminan Sosial dan Liga Pemuda Patriotik Sosialis di Korea Utara, yang merupakan organisasi Pemuda Utama Negara di bawah kendali langsung Komite Sentral Partai Buruh Korea Utara, langsung bergerak di kota besar seperti Chongjin dan Hamhung demi menghentikan perempuan muda menjual diri.
Hal ini dilakukan setelah Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un pun memerintahkan pihak berwenang untuk bertindak tegas mencegah prostitusi menyebar di negara tersebut.
"Kim Jong Un menandatangani proposal pejabat dan memerintahkan Departemen Jaminan Sosial dan Liga Pemuda Patriotik Sosialis untuk mengambil tindakan," jelas sumber anonim.
Namun, di sisi lain, meskipun ilegal, ada kalanya prostitusi di Korea Utara ditoleranis oleh Otoritas Lokal yang menangkap para PSK, dengan imbalan uang suap.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Ketum PB IPSI Terpilih, Erick Thohir Siap Kawal Pencak Silat Mendunia
-
Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat
-
Viral Kunjungan Komisaris Pusri di Padang, Rombongan Arteria Dahlan Foto di Tikungan Ekstrem
-
Amarah Warga Serbu Diduga Rumah Bandar Narkoba Berujung Kapolsek Panipahan Dicopot
-
'Pak Minta Nama!', Cerita Haru Nenek di Istana hingga Prabowo Usulkan Nama Adi Dharma
-
Selama Ini Disangka Hiasan, Ternyata Ini Makna Warna Ondel-Ondel yang Sesungguhnya
-
Sinopsis Film Mudborn: Kisah Boneka Tanah Liat Pembawa Petaka, Tayang di Netflix
-
Puji Kontribusi Masif Warga Jateng, Pramono Anung: Pilar Penting Jakarta Menuju Kota Global!
-
5 Sepatu Lari yang Tetap Keren Dipakai Ngantor di Sudirman, Nyaman Seharian Tanpa Ganti Sepatu
-
Pendidikan Asrama Gratis: Siswa Makan 3 Kali Sehari, Punya Tempat Tidur hingga Tumbler