Piala Dunia 2022 di Doha, Qatar telah berjalan dengan baik dan sudah menjalankan hampir setengah pertandingan di fase grup. Beberapa kejutan pun telah terjadi selama pertandingan babak penyisihan grup ini, Argentina secara di luar dugaan mampu dikalahkan oleh timnas Arab Saudi dan Jepang yang secara mengejutkan mampu membalikkan keadaan melawan Jerman pada pertandingan Rabu kemarin.
Bisa dikatakan bahwa satu kekalahan di fase ini bisa sangat mempengaruhi hasil mereka di akhir untuk menentukan siapakah yang akan lolos ke babak 16 besar. Berbicara masalah babak 16 besar, bagaimanakah tiebreak berperan dalam menentukan siapa yang akan lolos ke babak 16 besar Piala Dunia? Berikut peraturannya.
Dari 32 tim yang ikut serta di Piala Dunia 2022, hanya akan ada 16 tim yang lolos ke fase sistem gugur atau babak 16 besar. Dua tim teratas di masing-masing grup akan otomatis lolos ke babak 16 besar. Dari sana kemudian, delapan tim akan lolos ke babak perempat final, empat tim akan lolos ke babak semi final dan dua tim akan lolos ke partai final. Sementara yang kalah akan memperjuangkan tempat ketiga.
PERTAMA,
Jika ada dua atau lebih tim yang memiliki poin yang sama pada babak penyisihan grup, FIFA akan menggunakan tiebreak berikut ini untuk menentukan negara mana yang bakal lolos ke babak 16 besar:
- Perbedaan gol, tim dengan perbedaan gol yang lebih tinggi akan memiliki peringkat yang lebih tinggi.
- Jumlah gol yang dicetak, jika beberapa tim memiliki poin yang sama dan selisih gol yang sama, tim dengan gol terbanyak akan diberi peringkat lebih tinggi daripada tim dengan skor lebih rendah.
KEDUA,
Jika dua tim atau lebih masih seri setelah menerapkan tiebreak di atas, FIFA akan melanjutkan ke babak kedua tiebreak, dengan ketentuan berikut:
Baca Juga: Terkuak! Bocah Surabaya Tewas Gegara Tubuh sampai Kepala Dipukuli Ibunya Bertubi-tubi
- Jumlah poin terbanyak yang diperoleh dalam pertandingan grup antara tim yang bersangkutan
- Unggul selisih gol yang dihasilkan dari pertandingan grup antara tim yang bersangkutan
- Jumlah gol terbanyak yang dicetak di semua pertandingan antara tim yang bersangkutan
- Skor perilaku tim tertinggi, skor perilaku tim didasarkan pada jumlah kartu kuning dan merah yang diperoleh tim. Tim dengan skor perilaku tim tertinggi akan menerima peringkat yang lebih tinggi.
o Kartu Kuning: Minus satu poin
o Kartu Merah Tidak Langsung (diperoleh melalui dua kartu kuning): Minus tiga poin
o Kartu Merah Langsung: Minus empat poin
o Kartu Kuning dan Kartu Merah Langsung: Minus lima poin
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Lomba Pidato Bung Karno 2026 Resmi Digelar, Total Hadiah Capai Rp16 Juta
-
Membaca Indonesia dari Kacamata Orde Baru: Menelusuri Indonesia 1979
-
Penumpang Pasar Senen Kalahkan Gambir, Tren Perjalanan Kelas Ekonomi Menguat
-
Berdemokrasi dengan Sehat: Bicara Politik itu Hak Warga Negara
-
Rute Lengkap KRL, TransJakarta dan Mikrotrans Menuju ke JIS
-
HUT Jakarta ke-499, Pemprov DKI Terima 499 Sertifikat Aset Daerah Senilai Rp 22,2 Triliun
-
Mengaku Ketua Panitia, Mahasiswa Unhas Lakukan Pelecehan Seksual Terancam Dipecat
-
Piala Dunia 2026: Hancur di Tangan Prancis, Langkah Irak di Kian Terjepit
-
Anime Horor Yamishibai Season 17 Mulai Tayang Juli, Usung Tema "Keputusan"
-
Belajar Hidup Sehat dari Ery Makmur: Mengubah 'Kecemasan' Menjadi Aksi Nyata Bersama Keluarga