TANTRUM - Tidak cukup dengan bisnis yang sudah ada saat ini dan tidak mau ketinggalan dengan bisnis digital, Salim Group mulai merambah bisnis teknologi digital metaverse di Tanah Air. Hal itu diungkapkan Salim Group dalam keterbukaan informasi pada BEI.
Bisnis ini akan dijalankan salah satu perusahaan anak usahanya, PT Surya Semesta Karya Persada. Di mana, perusahaan membentuk perusahaan patungan dengan emiten pengenbang metaverse, PT WIR Asia Tbk (WIRG).
WIR Grup telah menandatangani perjanjian pembentukan perusahaan patungan itu melalui cucu perusahaan, PT Nilai Republik Indonesia. Adapun, nama perusahaan joint venture tersebut adalah PT Metaverse Indonesia Makmur.
Sekretaris Perusahaan Wir Asia Tbk, Ira Yuanita menegaskan, tujuan dari pembentukan perusahaan patungan untuk mendorong kemajuan platform metaverse di Indonesia.
Kerja sama melalui joint venture dengan WIR Group diyakini memberikan kesempatan luar biasa bagi pengembangan bisnis korporasi di masa depan.
"Dengan mengadopsi platform metaverse, kami bisa menggali potensi dan peluang-peluang bisnis yang sebelumnya tidak terbayangkan," kata Executive Director Salim Group Axton.
WIRG menggaet Grup Salim untuk mengembangkan platform metaverse untuk menghadirkan terobosan baru dan memanfaatkan peluang yang ada untuk pengembangan usaha ke depan.
Perusahaan ini mengklaim memiliki kemampuan membangun dan mengembangkan teknologi Virtual Reality (VR), Augmented Reality (AR), dan Artificial Intelligence (AI),
Direktur Utama WIR Group, Budi Wirjatmo menegaskan, perusahaan dapat mendukung bisnis Salim Group memasuki era baru digital tanpa batas melalui teknologi metaverse.
Dunia metaverse yang tanpa batas diklaim membuat bisnis menjadi lebih efisien dan efektif, tetapi juga menghadirkan peluang-peluang baru.
Namun demikian, menurut nya, diperlukan cara-cara khusus untuk menavigasi pengguna dalam berinteraksi dan memanfaatkan peluang yang tersedia di dunia metaverse.
Nota kesepahaman kerja sama strategis ini ditandatangani oleh Direktur Utama WIR Group Michel Budi Wirjatmo Executive Director Salim Group dan Axton Salim,
Tag
Berita Terkait
-
Penjelasan Dugaan Manipulasi Eskpor CPO Grup Salim, Mengapa Maybank Ikut Diperiksa?
-
Menkes Minta RS dan Klinik Jujur Isi Sensus Ekonomi: Jangan Takut Data Dipakai untuk Pajak
-
Bijak Berbagi Data, Cara Sederhana Melindungi Diri di Era Digital
-
Dugaan Manipulasi Ekspor CPO Grup Salim (SIMP), Kejaksaan Agung Periksa Maybank
-
Digital Edge Kucurkan Investasi Rp73 Triliun, Bangun Kampus Data Center AI Terbesar
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
5 Lampu Emergency Tahan Lama untuk Antisipasi Listrik Padam, Ada yang Awet 20 Jam
-
Rakerwil ICDN Kalbar, Cendekiawan Dayak Didorong Jadi Aktor Utama Pembangunan
-
Variety Show Office Worker 3 Siap Tayang, Gong Hyo Jin Jadi Tamu Perdana
-
Piala Dunia 2026 dan Poin Perdana Qatar yang Sejatinya Tak Begitu Membantu Mereka di Kontestasi
-
Proyek Dapur MBG Belum Bayar Rp3,5 Miliar, Pengusaha Mengadu ke Pemprov Kaltim
-
Kapan 1 Muharram 1448 H? Ini Tanggal Pastinya Versi Kemenag, Muhammadiyah, dan NU
-
Jejak Karier Bambang Ismawan, Eks Kasum TNI yang Kini Pimpin PTBA
-
Profil Ayyoub Bouaddi: Wonderkid 18 Tahun Maroko yang Bersinar di Piala Dunia 2026
-
Jurgen Klopp Kecam Water Break di Piala Dunia 2026: Sepak Bola Disandera Iklan!
-
Review Film A Man Called Otto: Seni Menerima Kehilangan dan Luka Masa Lalu