"Kalau nanti dophaminenya turun sebaliknya seperti enggak nyaman, sedih, enggak berminat, enggak ada gairah, ngerokok lagi senang lagi. Nah kalau terlalu sering begitu resamplenya untuk rokok makin banyak dan itu yang membuat kita enggak jelas. Jadi kalau mau kita bilang sih, ketergantungan rokok juga termasuk penyakit otak yang mempengaruhi perilaku dan emosi," kata Teddy Hidayat.
Teddy menambahkan ketergantungan rokok kategori berat yaitu dua bungkus per hari. Kerugian akibat rokok dianggap lebih berbahaya dibandingkan dengan penggunaan penggabungan kokain, heroin, apethamine, sabu dan ekstasi.
Alasan lainnya kata Teddy, rokok juga merupakan salah satu zat yang paling susah berhenti dan usaha menghentikannya diperlukan energi lebih. Rokok juga dianggap bisa berdampak negatif terhadap non perokok.
"Secara ekonomi dan kesehatan kerugiannya lebih besar tapi sering kali tidak disadari akibat rokok ini legal serta banyak pemuka agama yang merokok juga," ungkap Teddy.
Namun rokok yang masih diakui sebagai barang legal, Teddy mencontohkan pendapatan negara dari cukai rokok digunakan untuk menutupi kerugian Badan Penyelenggara Jasa Kesehatan (BPJS).
PDSKJI Kota Bandung mengaku tidak akan menerbitkan himbauan larangan rokok karena masih kategori legal oleh pemerintah.
Namun kandungan didalam rokok dapat menanggulangi stres yang masuk dalam kategori gangguan kejiwaan. Tak hanya zat nikotinnya, tetapi ritual sendiri membuat orang tenang, ceria dan nyaman.
"Tapi saya tidak menganjurkan rokok menjadi obat. Untuk aspek kesehatannya akan menyebabkan penyakit fisik seperti kanker, stroke, paru - paru dan jantung," jelas Teddy.
PDSKJI menyatakan salah satu solusi ketergantungan merokok yaitu berhenti total, tanpa didahului oleh dikuranginya jumlah rokok yang dihisap.
Bukan tanpa efek samping saat asupan kandungan rokok dihentikan, karena dalam pekan pertama akan ditemui gejala cemas, tidak nyaman, tubuh bergetar dan keluar keringat berlebih.
Namun usai dua pekan berhenti, maka tubuh akan lepas selamanya dari ketergantungan kandungan dalam rokok.
Tag
Berita Terkait
-
1,2 Juta Buruh Linting Bisa Jadi Korban Aturan Kemasan Rokok Polos
-
Rilis Final Trailer Film "Dan Bandung", Kisah Perjuangan Cinta Yang Siap Mengaduk Emosi Penonton
-
Chelsea vs AC Milan di GBK, Erick Thohir Nantikan Duel Man United Kontra Persija, PSG Lawan Persib
-
Review Juno: Kisah Kehamilan Remaja yang Hangat dan Penuh Pelajaran Hidup
-
Keruwetan Aturan Rokok, Bikin Investasi di Industri Hasil Tembakau Seret
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Investor Mulai Cemas, Mengapa Kekosongan Gubernur BI Picu Kekhawatiran Independensi?
-
Arti Sillage, Projection, dan Longevity dalam Dunia Parfum
-
CFX10 Naik Tipis Pagi Ini, Aset Bitcoin Melonjak Lagi
-
Kabinet Bayangan, Mengapa Muncul di Indonesia?
-
Kemenhut Tangkap Pengedar Sisik Trenggiling dan Paruh Rangkong di Padang, Ini Kronologinya
-
Ancaman Perang Terbuka Meluas di Timur Tengah, Negara Arab Tak Mau Terlibat Konflik Iran dan AS
-
Prabowo Bilang Banyak Pemuda Idap Kanker karena Atap Rumah Asbes: Kembali Pakai Ijuk
-
5 Sepatu Lari Adidas Terbaik untuk Daily Run, Nyaman Dipakai Latihan Setiap Hari
-
DPR Ingatkan Pemerintah: Koperasi Desa Merah Putih di Papua Berisiko Mubazir
-
Jangan Beli Dulu, Harga Emas Antam Naik Lagi Jadi Rp2.623.000/Gram