TANTRUM - Olahraga merupakan kegiatan yang surplus dengan berbagai manfaat. Asalkan tidak berlebih dan sesuai dengan porsi tubuh seseorang.
Terlebih saat kondisi pandemi yang mewajibkan setiap orang berada dalam rumah, kegiatan olahraga sangat penting dilakukan.
Sayangnya dengan pemberlakuan sosial distancing dan psiko distancing, cenderung membuat sebagian orang tidak aktif bergerak.
Menurut Michael Triangto, dokter spesialis kesehatan olahraga, kondisi saat ini membuat orang lebih mefokuskan kepada hobi mereka disertai asupan makanan yang tidak terkontrol.
Akibatnya, tubuh bertambah bobotnya tanpa dibarengi dengan aktifitas olahraga.
"Tubuhnya bertambah ukurannya dan bertambah pula penampilannya. Sama halnya dengan work from home (WFH) bukan berarti tidak ada masalah. Kita akan lebih dekat dengan gadget kita. Hal ini menyebabkan kita mengalami pegal - pegal dan sebagainya," kata Triangto dicuplik dari akun ICM Official, Bandung, Selasa, 31 Mei 2022.
Triangto mengatakan pemicu rasa pegal saat WFH, akibat terlalu lama berada dalam posisi tertentu dalam suatu kegiatan. Selain itu, tempat bekerja pula tidak pada tempat seharusnya.
Biasanya saat bekerja dirumah atau WFH, kerap kali orang tidak memperhatikan faktor ergonomi sesuai ketentuan bagi kesehatan tubuh kita.
Triangto menyebutkan hal tersebut dapat memicu masalah kesehatan yang lain, selain rasa pegal pada fisik.
"Karena tinggal di rumah, kita memiliki keterbatasan bersosialisasi, keterbatasan ruang, keterbatasan peralatan kerja, keterbatasan alat olahraga, keterbatasan oksigen karena kita harus menggunakan masker," ujar Triangto.
Triangto menyebutkan berolahraga dirumah dapat dilakukan secara individu atau pun dengan anggota keluarga yang serumah. Lokasinya dapat menggunakan tempat di rumah yang cukup lapang.
Gunakanlah peralatan rumah tangga sebagai pengganti alat untuk berolahraga. Tujuan berolahraga disaat pandemi adalah agar sehat, tetap berprestasi dan rekreasi.
"Yang paling penting pada saat ini adalah untuk mencari kesehatan tubuh kita. Untuk itu kita harus fokus pada kesehatan, tidak bisa kita ingin sehat tapi badan saya ingin bagus, bokong saya kencang dan lainnya. Hanya satu tujuannya, untuk kesehatan," jelas Triangto.
Maka diperlukan formula khusus bagi setiap orang yang akan melakoni olahraga disaat pandemi ini. Triangto mengatakan formulanya adalah baik, benar, terukur dan teratur (BBTT).
Berita Terkait
-
Novel Bandung Menjelang Pagi: Sisi Gelap Kota Kembang ala Brian Khrisna
-
Pelatih Persib Bandung Antusias Sambut ASEAN Club Championship 2026/2027
-
Harga Pertamax Naik, Rakyat Kecil Kini 'Dipaksa' Olahraga Gratis di SPBU
-
Lautan Eceng Gondok Selimuti Permukaan Sungai Citarum
-
Beckham Putra Dicaci Maki Fans Saat Bela Timnas Indonesia, Bintang Sassuolo Ikut Buka Suara
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
- PT Blueray Cargo Milik Siapa? Perusahaan Logistik yang Seret Raffi Ahmad dalam Kasus Suap Importasi
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
2 Oknum Perwira Polda Jatim Diduga Terlibat Jaringan Narkoba Internasional
-
Perempuan Tak Sekadar Belanja, Bazar Fesyen Bertransformasi Jadi Ruang Bertumbuh dan Berjejaring
-
Gus Thuba Kawal Santriwati Polisikan Oknum Pengasuh Yayasan Cabul
-
Tiyo Ardianto Respons Viral Aksi Penolakan di UGM, Singgung Kondisi Mahasiswa 'Terpaksa' Demo
-
Aksi Bersih & Penghijauan dalam Memperingati HLH 2026, NHM Ajak Masyarakat Jaga Lingkungan Bersama
-
Kolesterol Tinggi Sering Tanpa Gejala, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini sejak Usia 20 Tahun
-
Sinopsis My Fiction, Drama Thriller Jepang yang Dibintangi Yuta Tamamori
-
Rahasia Skin Prep Jennifer Coppen Jelang Pernikahan, Kulit Glowing dari Siraman hingga Resepsi
-
Wamendagri Bima Arya Tekankan Penguatan Karakter Generasi Muda Berbasis Nilai Budaya
-
Bukan Ancaman, Anis Matta Sebut Demo Justru 'Picu' Pemerintah Kerja Lebih Baik